Kamis, 9 April 2026

Berita Banda Aceh

FKUB Badung Bali Studi Tiru Kerukunan Umat ke Banda Aceh

“Banda Aceh dijuluki kota intoleransi, nyatanya ketika kita tiba di Aceh masyarakat Aceh sangat toleransi dan hidup baik berdampingan dengan umat...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
For serambinews.com
ROMBONGAN Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung, Bali berfoto dengan jajaran Kemenag dan Kesbangpl Banda Aceh saat melakukan studi tiru ke Kota Banda Aceh, Rabu (7/8/2024). 

“Banda Aceh dijuluki kota intoleransi, nyatanya ketika kita tiba di Aceh masyarakat Aceh sangat toleransi dan hidup baik berdampingan dengan umat agama lain, meskipun mayoritas penduduk Banda Aceh beragama Islam. Ternyata Banda Aceh tidak seperti kita baca di media-media, realitanya Kota Banda Aceh sangat nyaman dan tidak ada kecemasan sedikitpun saat berada di Banda Aceh, seperti kecemasan beberapa teman kami sebelum tiba di Banda Aceh” tutup I Nyoman.

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung, Bali melakukan studi tiru ke Kota Banda Aceh.

Tim tamu yang dipimpin langsung Kaban Kesbangpol Kabupaten Badung, Drs I Nyoman Suendi disambut hangat oleh Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Banda Aceh, Rabu (7/8/2024) di Aula Kesbangpol Banda Aceh.

Kepala Kantor Kementerian Agama Banda Aceh, H Salman SPd MAg saat memaparkan kondisi kerukunan umat beragama di Kota Banda Aceh menyebutkan masyarakat kota ini mayoritas pemeluk agama Islam.

Namun di Banda Aceh ini juga berkembang agama lainnya, seperti Kristen, Hindu, Budha dan lainnya yang hidup berdampingan dengan Muslim.

“Di Banda Aceh ni penduduknya mayoritas muslim, namun juga berkembang agama lain, dan mereka hidup bertetangga hidup, rukun, damai dan saling menghargai, mereka saling toleransi, meskipun di berbagai media dan penelitian menyebutkan Kota Banda Aceh sebagai kota intoleran,” papar H Salman.

Ia juga menguraikan jumlah penduduk Kota Banda Aceh di 9 Kecamatan saat ini adalah 255.409 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 75.114 kepala keluarga.

 Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan cukup berimbang dengan komposisi 127.681 (laki-laki) dan 127.728 (perempuan).

Penduduk Kota Banda Aceh didominasi oleh penduduk berusia muda.

Adapun jumlah penduduk berdasarkan agama di Kota Banda Aceh yang beragama Islam             222.582 Jiwa, Protestan 717 Jiwa,  Katolik 538 Jiwa, Hindu 39 jiwa dan Budha 2.755 jiwa.

Baca juga: Rawat Kerukunan, FKUB Aceh Singkil Dialog dengan Pemuda Lintas Agama

Jumlah fasilitas Rumah ibadah di antaranya masjid  115 unit, meunasah 127 unit, gereja protestan 3 unit , gereja katolik 1 unit , vihara 2 unit dan kuil palani  1 unit.

“Bapak-Bapak tidak perlu cemas datang ke Aceh khususnya Kota Banda Aceh, karena masyarakat Aceh sangat ramah dan sangat memuliakan tamu, apa yang kita melihat di media sosial, Aceh itu akan sangat berbeda dengan kondisi di dunia nyata,” demikian H Salman.

Di waktu yang sama Kaban Kesbangpol Kabupaten Badung, Drs I Nyoman Suendi mengatakan ketika tiba Banda Aceh, masyarakatnya sangat ramah dan tidak sedikitpun kita lihat ada tanda-tanda Kota Banda Aceh sebagai kota intoleransi, seperti yang viral di media-media sosial, bahka mereka ingin berlama-lama tinggal di Banda Aceh yang dijuluki Kota 1001 Warung Kopi.

“Kalau ke Banda Aceh jika tidak ngopi tidak sah kayaknya, soalnya di mana-mana terdapat warung kopi, kami semalam sudah menyaksikan langsung ( testimony) keliling-keliling Kota Banda Aceh minum kopi, dan masyarakatnya sangat ramah-ramah dengan tamunya,” ujar I Nyoman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved