Senin, 20 April 2026

Berita Banda Aceh

Pengamat: Nasib Pemenang Perang Iran-AS Ditentukan di Meja Perundingan Pakistan

“Perang antara AS-Israel dan Iran, belum ada pemenangnya atau semua pihak harus disebut pemenang,” kata Taufiqulhadi, kepada Serambinews.com.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
BELUM ADA PEMENANG – Pengamat Timur Tengah, T. Taufiqulhadi, menilai belum ada pemenang dalam konflik antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran, Rabu (8/4/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengamat Timur Tengah, T. Taufiqulhadi, menilai belum ada pemenang dalam konflik antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran, meskipun para pihak telah menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan.

“Perang antara AS-Israel dan Iran, belum ada pemenangnya atau semua pihak harus disebut pemenang,” kata Taufiqulhadi, kepada Serambinews.com, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, Iran mengalami kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat serangan bertubi-tubi dari AS dan Israel.

Sejumlah fasilitas vital seperti jalan raya, rel kereta api, kilang minyak, hingga pembangkit listrik dilaporkan hancur. 

Bahkan, dengan melanggar hukum internasional, serangan juga menyasar institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas serta menewaskan sejumlah pemimpin Iran.

“Iran memang tidak mampu menandingi kehebatan, terutama militer AS, di udara dan laut,” ujarnya.

Namun demikian, Taufiqulhadi menilai tujuan utama AS dan Israel untuk mengganti rezim di Iran juga tidak tercapai.

Sebaliknya, dukungan domestik terhadap pemerintah Iran justru menguat di tengah tekanan militer.

“Alih-alih pergantian rezim, justru dukungan rakyat Iran terhadap pemimpin makin solid,” katanya.

Ia juga menyinggung respons masyarakat Iran ketika Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan fasilitas nuklir Iran. 

Menurutnya, warga membentuk aksi solidaritas berupa rantai manusia sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah.

Di sisi lain, kata dia, Iran disebut mengambil langkah strategis dengan menekan jalur distribusi minyak global melalui Selat Hormuz.

Langkah ini dinilai memberi tekanan besar terhadap AS.

“Langkah yang sangat mengejutkan ini membuat Trump ketakutan. Orang mengatakan di tahap ini kelihatan Trump yang mencari opsi jalan keluar dari perang,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved