Konflik Palestina vs Israel
Israel Ketar-ketir Jelang Serangan Besar-besaran Iran
Israel mulai ketar-ketir menjelang serangan besar-besar yang akan dilakukan Iran sebagai pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Pihaknya mencatat, serangan berkelanjutan Hizbullah dari Lebanon terhadap Israel yang melibatkan lebih dari 6.500 roket, lebih dari 100 rudal anti-tank, dan ratusan kendaraan udara nirawak.
"Menyebabkan kematian 44 orang dan melukai puluhan orang, termasuk banyak warga sipil," tulis dalam dokumen tersebut
"Ini termasuk 12 anak yang terbunuh akibat serangan roket Hizbullah di desa Druze, Majdal Shams, yang “mewakili garis merah yang tidak dapat diabaikan Israel," sambungnya.
Sementara kelompok pejuang Islam Hizbullah dan Iran sama-sama bersumpah untuk membalas kematian komandan Hizbullah Fuad Shukr yang tewas dalam serangan Israel di Beirut Selasa malam lalu dan kepala Hamas Ismail Haniyeh di Teheran yang tewas dalam ledakan bom di Teheran beberapa jam kemudian.
Israel belum secara terbuka menyatakan atau menyangkal bertanggung jawab atas kematian Haniyeh.
Iran mengancam akan menghukum Israel atas pembunuhan tersebut, dengan memperingatkan bahwa responnya akan lebih keras daripada serangannya pada 13-14 April.
Ketika itu, Iran menembakkan 300 pesawat nirawak dan rudal yang hampir semuanya berhasil dicegat ke Israel sebagai balasan atas dugaan serangan Israel di Suriah yang menewaskan dua jenderal di Korps Garda Revolusi Islam.
Meskipun ada ancaman dari Iran dan Hizbullah, serangan besar lainnya belum juga dilancarkan sampai saat ini.
Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah menegaskan ketidakpastian mengenai tanggal responnya yang merupakan “bagian dari hukuman” bagi Israel.
Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan pada minggu lalu bahwa Israel "berada pada tingkat kesiapan yang sangat tinggi untuk skenario apa pun, baik secara defensif maupun ofensif."
“Menuntut harga yang sangat mahal untuk setiap tindakan agresi terhadap kami dari front mana pun,” kata Netanyahu.
Sementara Amerika Serikat telah terlibat dalam upaya intensif untuk meredakan konflik, dengan sejumlah pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Washington Post bahwa upaya diplomatik untuk meredakan serangan balasan Iran mungkin berhasil.
Hal itu setelah AS segera mengerahkan pasukannya ke wilayah tersebut, dan menyampaikan pesan kepada Iran yang memperingatkan konsekuensi serius bagi pemerintahan baru Presiden Masoud Pezeshkian.
New York Times: Keamanan Iran Memalukan
Sementara diberitakan sebelumnya, salah satu media terbesar di Amerika Serikat (AS) The New Times menyebut, keamanan Iran gagal mencegah serangan Israel membunuh Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh adalah memalukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rudal-balistik-Iran-diluncurkan-ke-Israel.jpg)