Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Israel Ketar-ketir Jelang Serangan Besar-besaran Iran

Israel mulai ketar-ketir menjelang serangan besar-besar yang akan dilakukan Iran sebagai pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
IST
ILUSTRASI - Israel mulai ketar-ketir menjelang serangan besar-besar yang akan dilakukan Iran sebagai pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. 

“Itu adalah pelanggaran keamanan yang memalukan bagi sebuah negara yang ingin menunjukkan kekuatan, tetapi telah lama frustrasi karena ketidakmampuannya untuk mencegah Israel melakukan operasi rahasia di wilayahnya,” tulis New York Times dikutip, Kamis (1/8/2024).

“Rasa malu itu diperparah oleh keunggulan Haniyeh, kehadiran sekutu lainnya dan fakta bahwa ia diserang di wisma tamu Garda Revolusi yang sangat aman pada hari dengan keamanan yang diperketat di ibu kota,” sambung laporan tersebut.

Banyak pendukung pemerintah dan pejabat Iran menyatakan kemarahan atas kegagalan menggagalkan pembunuhan tersebut dengan mengatakan hanya segelintir pejabat keamanan senior yang tahu di mana Haniyeh tinggal.

Beberapa orang menggunakan media sosial untuk mengatakan bahwa prioritas pertama Iran seharusnya adalah membersihkan rumah dan memastikan keselamatan pejabat seniornya.

“Sebelum membalas dendam, pastikan dulu keselamatan pemimpin tertinggi,” kata Alireza Katebi Jahromi, seorang jurnalis dan pendukung pemerintah Iran dalam sebuah posting di X.

Pejabat Iran tidak memandang pembunuhan Haniyeh sebagai sekadar pembunuhan oportunistik Israel terhadap salah satu musuhnya

Tetapi juga sebagai penghinaan terhadap aparat keamanan mereka yang menunjukkan siapa pun di Iran, di tingkat mana pun, dapat menjadi sasaran dan dibunuh.

Para analis mengatakan, Iran memandang pembalasan sebagai hal yang diperlukan baik untuk membalas pembunuhan Haniyeh.

Tetapi juga sebagai pencegahan terhadap Israel yang membunuh musuh-musuh kuat lainnya, seperti Hassan Nasrallah pemimpin Hizbullah, atau Jenderal Ismail Qaani komandan Pasukan Quds yang mengawasi kelompok-kelompok militan di luar Iran.

"Iran kemungkinan besar percaya bahwa mereka tidak punya pilihan lain selain membalas untuk mencegah serangan Israel lebih lanjut," kata Direktur International Crisis Group untuk Iran," Ali Vaez.

"Mempertahankan kedaulatannya, dan menjaga kredibilitasnya di mata mitra regionalnya," tambahnya.

Petinggi Iran Perintahkan Serangan Langsung ke Israel

Sementara di sisi lain Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei kabarnya memerintahkan serangan langsung ke Israel usai Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh terbunuh.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah mengeluarkan perintah bagi Iran untuk menyerang Israel secara langsung, sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas itu di Teheran, Rabu (31/7/2024)

Tiga pejabat Iran yang diberi pengarahan tentang perintah tersebut mengatakan, Khamenei memberikan perintah pada pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Rabu pagi, tak lama setelah diumumkan Haniyeh terbunuh.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved