Rabu, 20 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Pasar Idi Rayeuk Sepi, Daya Beli Masyarakat Aceh Timur Terus Melemah

"Kalau sekarang 2 juta itupun susah kali dapatnya. Sempat stabil dan meningkat saat lebaran idul Adha kemarin, setelah

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MAULIDI ALFATA
Suasana di jalur Dua pasar Idi Rayeuk terlihat lebih sepi dari biasanya, Kamis (8/8/2024). 

"Kalau sekarang 2 juta itupun susah kali dapatnya. Sempat stabil dan meningkat saat lebaran idul Adha kemarin, setelah 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Daya beli masyarakat Aceh Timur terus melemah pasca lebaran Idul Adha 2024 lalu, hal itu terlihat dari banyak toko pedagang yang sepi dan omset pedagang yang terus menurun. 

Pantauan Serambinews.com, Kamis (8/8/2024), banyak toko mulai dari toko baju, emas dan kelontong sepi dari pembeli di pasar Idi Rayeuk Aceh Timur

Salah satu pedagang kelontong Rizal menerangkan bahwa omsetnya menurun, dari akhir Juni hingga awal Agustus 2024, biasanya pendapatannya per hari mencapai Rp.4-5 juta. Dari jualan bahan pokok. 

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Lhokseumawe Masih Rp 3,7 Juta, Berikut Rincian Harganya

"Kalau sekarang 2 juta itupun susah kali dapatnya. Sempat stabil dan meningkat saat lebaran idul Adha kemarin, setelah itu semakin merosot," tuturnya. 

Menurut Rizal melemahnya daya beli terjadi karena pendapatan masyarakat berkurang, sehingga mempengaruhi sektor penjualan dan perputaran uang di kota Idi. 

"Masyarakat selalu bilang tidak punya uang, mata pencaharian tidak lancar jadi kamipun para pedagang omsetnya terus merosot," tuturnya. 

Baca juga: Makan Sayur Kangkung Bisa Bikin Asam Urat, Benarkah? Simak Penjelasan Dokter

Tak hanya Rizal, nasib serupa juga dialami oleh penjual emas yakni Mansur menjelaskan, penjualan emas di toko Tiara juga menurun, selama kurun 2 bulan berturut-turut. 

"Daya beli yang jadi faktor bang, masyarakat tidak punya uang karena mata pencahariannya seperti melaut juga menurun," ungkapnya. 

Daya beli masyarakat dapat menurun karena berbagai faktor, di antaranya Penurunan pendapatan, penurunan gaji atau hilangnya pekerjaan.

Tingkat pengangguran yang tinggi mengurangi pendapatan rumah tangga. Beban utang yang tinggi mengurangi uang yang tersedia untuk belanja.

Dan resesi atau krisis ekonomi menyebabkan ketidakpastian dan penurunan pendapatan.

Faktor-faktor ini dapat saling mempengaruhi dan memperburuk penurunan daya beli masyarakat.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved