Eks Bupati Jembrana dan Istri Tewas, Adik Ungkap Komunikasi Terakhir Bulan Lalu, Jenazah Diautopsi

Penemuan jasad Ardana dan istri berawal dari kecurigaan warga karena keduanya sudah tidak terlihat beraktivitas selama tiga hari belakang.

Editor: Faisal Zamzami
MER via Tribun Bali
Foto Kenangan - Jenazah mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana, dengan istrinya yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Gurita Denpasar, akan segera diautopsi di Instalasi Forensik RSUP Prof Ngoerah Bali malam ini. Adik mantan bupati Jembrana menyebut sang kakak dan istri terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada bulan lalu ketika Galungan. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Hengky menuturkan Ardana dan istri sudah tewas antara 3-4 hari yang lalu.

“Masuk ke RSUP Prof Ngoerah Bali jam 12 malam. Dua jenazah sudah membusuk,” tuturnya.

Hengky juga menjelaskan autopsi yang dilakukan akan difokuskan untuk mengetahui adanya tanda-tanda kekerasan atau tidak di tubuh jenazah.

“Meskipun kita tahu berdasarkan pengalaman dan bukti, seringkali sel-selnya sudah lesis dan sulit untuk menentukan penyakit yang diderita pada kondisi jenazah yang sudah larus. Akan tetapi kita akan tetap melakukan pemeriksaan secara menyeluruh karena itu tujuan daripada autopsi,” bebernya.

 

 

Ditemukan Bercak Darah di Jenazah Ida Bagus Ardana

Kepala Lingkungan Karya Dharma Sesetan, Putu Gede Igar Bramandita yang hadir saat proses pemeriksaan jenazah mengatakan, dirinya sempat melihat ada bercak darah di jasad Ida Bagus Ardana.

"Saya lihat, tapi tidak terlalu berani mendekat, kalau mayat bapaknya tergeletak di dapur, untuk adanya luka tyang tidak tahu pasti sudah tergeletak."

 
"Kalau darah ada sih sepertinya tadi," kata Bram dijumpai di  lokasi. 

"Istrinya di kamar, untuk istrinya kamarnya terkunci, sudah mengeluarkan bau busuk," tambahnya lagi, dikutip dari Tribun-Bali.com.

Pria yang menjabat sebagai Kaling sejak dua tahun terakhir itu juga menggambarkan bahwa sosok almarhum Ida Bagus Ardana dikenal baik dan ramah di lingkungan setempat.

Dia juga dikenal sebagai sosok yang komunikatif jika ada sesuatu hal.

"Bapaknya ramah, baik. Pernah ada komunikasi, dulu masalah parkir, beliau terhalang tidak bisa keluar karena ada parkir orang, itu sudah lama, lalu kalau ada apa menelepon, misal rumput depan belum dipotong," ujarya.

Begitu juga dengan Kaling, Kelian Tempekan, I Wayan Kartawan, menceritakan mengenai sosok Ida Bagus Ardana.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved