Perang Gaza
Diplomat Tertinggi Iran Kembali Pertegas Serangan ke Israel akan Terjadi Segera
Diplomat Iran tersebut menambahkan bahwa Israel telah melanggar stabilitas dan keamanan Asia Barat dengan menargetkan sebuah sekolah di Gaza dan membu
SERAMBINEWS.COM - Penjabat Menteri Luar Negeri Iran Ali Bagheri Kani menegaskan kembali janji Iran untuk menyerang Israel selama panggilan telepon dengan mitranya dari Belgia, Hadja Lahbib, dengan mengatakan tindakan tersebut diperlukan untuk mempertahankan keamanan nasional, integritas teritorial, dan kedaulatan negara, menurut media Iran.
Kani berbicara dengan Lahbib pada hari Minggu.
Diplomat Iran tersebut menambahkan bahwa Israel telah melanggar stabilitas dan keamanan Asia Barat dengan menargetkan sebuah sekolah di Gaza dan membunuh orang-orang tak berdosa yang sedang beribadah di sana, menyerang kawasan permukiman di Beirut, dan secara pengecut membunuh kepala Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.
Menteri Belgia, dalam pernyataan melalui panggilan teleponnya dengan Kani, mengatakan bahwa dia menyatakan kekhawatiran terdalamnya tentang risiko eskalasi regional di Timur Tengah dan meminta Iran, seperti semua pemain regional, untuk menahan diri sepenuhnya.
Sementara itu banyak warga Israel dilaporkan menerima pesan peringatan misterius pada hari Jumat, (9/8/2024).
Dalam pesan itu ada peringatan berbunyi "kalian akan dikubur minggu depan".
Pesan yang dikirimkan ke ponsel itu turut memuat nama lengkap penerima dan kota tempat mereka tinggal.
Baca juga: Iran Punya Rudal Jelajah Baru Langka dan Mematikan tak Terdeteksi Radar, Siap Bakar Kota-kota Israel
Kini polisi Israel dan Direktorat Siber Nasional berusaha melacak sumber pesan tersebut.
Pesan itu muncul di tengah ancaman serangan balasan oleh Iran dan Hizbullah terhadap Israel.
Iran marah besar karena Israel membunuh Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Iran.
Adapun Hizbullah geram karena salah satu panglimanya, Fuad Shukr, dibunuh oleh Israel.
Polisi meminta para penerima pesan untuk mengabaikannya dan memblokir nomor pengirim apabila memungkinkan.
"Ini pesan palsu untuk memicu kepanikan saat perang," demikian pernyataan polisi dikutip dari The Times of Israel.
Menurut polisi, tindakan pengiriman pesan seperti itu termasuk tindakan pidana dan pelakunya berpotensi menerima hukuman penjara.
Saat ini Israel sedang bersiap menghadapi serangan dari Iran dan sekutunya yang sudah bersumpah akan melancarkan balasan.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Aili-Bagheri-8u.jpg)