Senin, 13 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Kunjungi Moskow Rusia, Bahas Soal Ini

Ia juga mengatakan bahwa topik utama pembicaraan antara Abbas dan Putin adalah situasi terkini di Jalur Gaza.

Editor: Faisal Zamzami
Wissam KHALIFA/PPO/AFP
Gambar selebaran yang disediakan oleh kantor pers Otoritas Palestina (PPO) menunjukkan Presiden Palestina Mahmud Abbas sedang menerima atlet Palestina di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki pada 4 Agustus 2023. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas akan mengunjungi ibu kota Rusia, Moskow, pada hari Senin (12/8/2024).

Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan melakukan perjalanan ke ibu kota Rusia pada hari Senin dan diperkirakan akan bertemu dengan mitranya Vladimir Putin, duta besar negara itu untuk Moskow mengatakan pada hari Minggu Anadolu melaporkan.

"Presiden akan tiba pada malam tanggal 12 Agustus. Pertemuan dengan Presiden Putin diperkirakan akan dilakukan pada hari Selasa, dan sebelum itu, Mahmoud Abbas akan meletakkan bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal di Moskow," kata Duta Besar Palestina untuk Rusia Abdel Hafiz Nofal kepada kantor berita negara TASS.

Nofal lebih lanjut mengatakan bahwa kunjungan tiga hari Abbas ke negara itu akan berakhir dengan keberangkatannya pada 14 Agustus, dan mengungkapkan bahwa presiden Palestina juga akan mengadakan pertemuan dengan duta besar Arab di negara itu selama kunjungannya.

Ia juga mengatakan bahwa topik utama pembicaraan antara Abbas dan Putin adalah situasi terkini di Jalur Gaza.

“Mereka akan berbicara tentang peran Rusia, dan apa yang dapat dilakukan. Kami berada dalam situasi yang sangat sulit, dan Rusia adalah negara yang dekat dengan kami. Kami perlu berkonsultasi,” imbuh Nofal.

Awalnya direncanakan pada 15 November 2023, kunjungan tersebut ditunda atas permintaan pihak Palestina karena situasi di Gaza.

Serangan Israel terhadap Gaza telah menewaskan hampir 39.800 korban sejak Oktober menyusul serangan lintas perbatasan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), yang memerintahkannya untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserang pada 6 Mei.

Baca juga: Mudah Didapat, Ini 7 Makanan Ampuh untuk Turunkan Kadar Asam Urat

Baca juga: Amerika Serikat Kirim Kapal Selam Nuklir ke Timur Tengah Jelang Iran Gempur Israel

Baca juga: Doli Manurung Ngaku Tak Terlibat Pembacokan Prada Defliadi: Saya Pingsan Dihajar Oknum TNI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved