Dunia Kampus
Dosen Unsam Bantu Alat Pengolahan Pinang ke Petani Pedalaman Aceh Timur
Ketua Tim PKM, Faoeza Hafiz Saragih, M.Sc, Kamis (15/8/2024), menyebutkan, buah pinang merupakan tanaman yang telah lama di budidayakan masyarakat Des
Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Zubir I Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Dosen Universitas Samudra melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di salah satu daerah pedalaman Kabupaten Aceh Timur, di Desa Simpang Jernih.
Kegiatan ini mengusung tema "Peningkatan perekonomian petani pinang desa simpang jernih melalui peningkatan nilai tambah dengan pengolahan pasca panen buah pinang".
PKM kali ini dilalukan gabungan dosen Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah Timur Aceh inil didanai oleh hibah internal Universitas Samudra tahun 2024.
PKM ini diketuai Faoeza Hafiz Saragih, M.Sc, dan anggota Haikal Fajri, ST., M.Sc dan Andri Yusman Persada S.Pd., M.Sc, serta serumlah mahasiswa yang ikut membantu kegiatan tersebut.
Baca juga: Tindak Lanjuti MoU, Jurusan Teknik Sipil Unimal Kunjungi UiTM Pulau Pinang
Tim pengabdian ini jug didampingi Kaur Umum Desa Simpang Jernih, Zainuddin, SE tokoh pemuda setempat, Sulaiman, SP, dan pesertanya petani yang membudidayakan pinang.
Ketua Tim PKM, Faoeza Hafiz Saragih, M.Sc, Kamis (15/8/2024), menyebutkan, buah pinang merupakan tanaman yang telah lama di budidayakan masyarakat Desa Simpang Jernih selain kelapa sawit.
Namun proses pengolahan pascapanennya masih dilakukan secara tradisional, yaitu dengan alat pengupas sederhana untuk selanjutnya barulah dijual.
Melalui PKM ini, dosen Universitas Samudra tersebut memperkenalkan alat pembelah dan pengupas pinang semi otomatis yang dapat dilakukan secara bersamaan.
Dengan penggunaan alat bantu ini mempermudah petani atau mempersingkat waktu pengupasan buah pinang, bahkan akan mengurangi ongkos pengupasan.
Pada kegiatan itu, para peserta langsung melakukan uji coba alat yang telah diserahkan oleh pihak dosen PKM Universitas Samudra tersebut.
Para petani dapat langsung merasakan fungsi alat ini yang sangat berguna dalam pengolahan buah pinang.
Di samping itu pula, Tim PKM dan perangkat desa berharap dengan adanya alat pengupas ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat pedalaman Aceh Timur ini.
Karena dengan adanya alat bantu itu, proses pengolahan pinang lebih cepat dan juga harga jual yng lebih tinggi.
"Hasil olahan dengan alat yang kita berikan ini, buah pinang telah diiris menjadi kepingan kecil yang bernilai jual tinggi di pasar," tutupnya.(*)
| Prodi Ekonomi Pembangunan USK Gelar Seminar Bersama Thaksin dan Rajabhat University, Thailand |
|
|---|
| Fakultas Teknik Umuslim Gelar Kuliah Umum, Ini Bahasannya |
|
|---|
| Konjen India Resmikan Indian Corner di IAIN Langsa, Paparkan Peluang Global hingga Beasiswa |
|
|---|
| Gelar Festival Pendidikan, Komunikasi Unimal: Nilai Lokal Modal Hadapi Tantangan Global |
|
|---|
| IAIN Langsa Buka Pendaftaran Jalur UM-PTKIN, Kuota Maba 1.200, Ini Jadwal Tesnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pinang-99ui.jpg)