Kupi Beungoh
Jangan Sakiti Ulama, Awas Kualat
TIDAK dipungkiri lagi bahwa menghormati ulama dan cendekiawan agama adalah bagian penting dari etika dan adab dalam banyak tradisi kehidupan kita.
Oleh: Tgk Umar Rafsanjani Lc MA
TIDAK dipungkiri lagi bahwa menghormati ulama dan cendekiawan agama adalah bagian penting dari etika dan adab dalam banyak tradisi kehidupan kita.
Karena mereka sering kali menjadi sumber ilmu dan bimbingan kita yang berharga.
Perlakuan yang baik dan menghormati pendapat mereka dalam urusan spritual, sosial bahkan masalah politik merupakan tanda penghargaan terhadap pengetahuan dan pengalaman mereka.
Secara fakta autentik hanya Ulama yang takut kepada Allah, Pernyataan bahwa "hanya ulama yang takut pada Allah" itu ayat alquran, terlepas jika disana ada ulama gadungan yang berkedok dibalik kesucian nama ulama, tetapi secara hakikat dalam Islam,
hanya orang yang punya ilmu yang takut kepada Allah (taqwa) dan itu sifat yang diharapkan ada dalam setiap Muslim,
bukan hanya ulama namun ulama sebagai orang yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam, memang diharapkan memiliki tingkat taqwa yang tinggi karena pengetahuan mereka tentang ajaran Allah.
Tapi setiap Muslim, tanpa memandang status atau pengetahuan mereka, dianjurkan untuk memiliki rasa takut dan kesadaran terhadap Allah.
Benci terhadap ulama atau cendekiawan agama bisa membawa petaka, mara bahaya dan kualat, baik secara individu maupun umum.
Berikut adalah beberapa dampak negatifnya:
Kehilangan Sumber Ilmu,
Ulama sering kali merupakan sumber pengetahuan dan bimbingan yang mendalam tentang agama. Kebencian terhadap mereka bisa mengakibatkan kehilangan akses kepada wawasan dan bimbingan yang penting.
Krisis Moral dan Etika,
Ulama biasanya berperan dalam membimbing masyarakat dalam hal moral dan etika. Kebencian terhadap mereka bisa mengganggu struktur moral yang ada dan menimbulkan krisis etika dalam masyarakat.
Pecah Belah Komunitas,
Kebencian terhadap ulama dapat menyebabkan perpecahan dalam komunitas. Hal ini dapat memecah belah umat dan merusak solidaritas sosial.
Meningkatkan Konflik,
Rasa benci bisa menyebabkan ketegangan dan konflik. Ini bisa memperburuk situasi dan menciptakan lingkungan yang tidak harmonis.
Mengabaikan Kebijaksanaan
Ulama sering kali menawarkan perspektif yang bijaksana berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka. Mengabaikan mereka bisa mengarah pada keputusan yang kurang bijaksana
| Refleksi HAB Ke-80 Kemenag Pasca Bencana Aceh-Sumatra: Sinergi Umat Dan Kemajuan Bangsa |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi dan Kajian Dampak Defisit Komunikasi Lingkungan |
|
|---|
| Bencana Banjir Aceh, Urgensi Pelukan Hangat Lintas Sektoral |
|
|---|
| Pulihkan Hulu Hutan Aceh Mulai dari Kesepakatan Moral ke Kerja Kolektif |
|
|---|
| Venezuela di Tengah Tarikan Kepentingan Global antara Cina dan Amerika Serikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tgk-umar-rafsanjani-pemimpin-dayah-mini-aceh.jpg)