Pilkada 2024
Andika Perkasa vs Ahmad Luthfi, Pertarungan Jenderal TNI dan Polri di Pilkada Jawa Tengah 2024
Andika-Hendi bakal melawan kandidat yang diusung oleh beberapa partai Koalisi Indonesia Maju (KIM), Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen.
SERAMBINEWS.COM - Jenderal TNI (Purn.) H. Muhammad Andika Perkasa bakal bertarung dengan Komjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi pada Pilkada Jawa Tengah 2024.
Hal itu dipastikan setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P resmi mengusung Jenderal Purnawirawan TNI Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi pada Pilkada Jawa Tengah 2024.
Andika-Hendi bakal melawan kandidat yang diusung oleh beberapa partai Koalisi Indonesia Maju (KIM), Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen.
Dikethui, Ahmad Luthfi-Taj Yasin sejauh ini telah didukung oleh beberapa partai, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pertarungan kedua kandidat tersebut menarik perhatian publik karena berasal dari TNI dan Polri.
Memicu politik praktis dan perpecahan
Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati mengatakan, pertarungan dua jenderal di Pilkada Jateng 2024 dikhawatirkan dapat memengaruhi netralitas aparatur sipil negara (ASN), terutama TNI dan Polri.
Kekhawatiran itu sebagaimana sudah disampaikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam Indeks Kerawanan Pilkada 2024.
Disebutkan bahwa salah satu isu strategis Pilkada 2024 adalah netralitas ASN, terutama TNI dan Polri.
Menurutnya, indeks tersebut sangat relevan dengan Pilkada Jateng 2024, lantaran mempertemukan dua kandidat dari TNI dan Polri.
"Ini tentu perlu menjadi perhatian bersama, karena kita sebagai warga masyarakat juga tidak ingin adanya politisasi dari lembaga Polri dan TNI yang notabene adalah lembaga negara," kata Mada saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/8/2024).
Ia menjelaskan, pertarungan kedua jenderal TNI dan Polri itu bakal berdampak hingga ke akar rumput.
Kondisi itu dikhawatirkan dapat memicu terjadinya politik praktis yang melibatkan lembaga negara TNI dan Polri, sehingga memecah kedua lembaga tersebut.
Mada menuturkan, hal tersebut berpeluang semakin buruk jika narasi kampanye kedua kandidat membenturkan TNI dan Polri.
"Sangat tidak etis dan tidak masuk akal jika mengorbankan lembaga negara dalam hal ini TNI dan Polri hanya untuk kepentingan politik elektoral pilkada," terangnya.
Baca juga: Perjalanan Cuma 45 Menit, Ini Jadwal Kapal Cepat Sabang-Banda Aceh Edisi Rabu 28 Agustus 2024
Dampak pertarungan dua jenderal di Pilkada Jateng
Ia menjelaskan, ketidaknetralan ASN terutama TNI dan Polri dalam kontestasi Pilkada 2024 dapat berdampak buruk bagi demokrasi Indonesia.
Dampak paling buruk dari pertarungan dua jenderal itu yang mungkin terjadi adalah kekerasan fisik yang melibatkan kedua lembaga negara.
"Netralitas TNI-Polri itu punya dampak ke terjadinya kekerasan fisik. Apalagi jika masing-masing pihak memaknai kontestasi Pilkada 2024 secara hitam dan putih," jelas dia.
Mada menduga, kekerasan itu nantinya tidak muncul secara gamblang atau saling berhadap-hadapan, tetapi justru melibatkan masyarakat yang mendukung masing-masing kandidat.
Jika masyarakat terlibat, dampaknya dikhawatirkan bisa semakin rumit.
"Netralitas TNI-Polri itu satu hal, tapi dampaknya ke banyak hal. Misalnya, soal netralitas kepala desa, soal potensi terjadinya kekerasan fisik, potensi terjadinya intimidasi, dan banyak implikasi lainnya," ujarnya.
Untuk mencegah dampak buruk tersebut, dibutuhkan peran pihak ketiga yang berasal dari partai politik dan nonpartai, seperti organisasi masyarakat (ormas), masyarakat sipil hingga Bawaslu.
Ia juga menggarisbawahi, agar masyarakat sipil terus mengawal dan mendorong pertarungan kedua jenderal TNI-Polri itu ke persaingan yang lebih sehat, yaitu melalui ide atau gagasan.
Dengan begitu, konflik fisik bisa bertransformasi menjadi konflik yang bersifat "programatik" lewat visi dan misi masing-masing kandidat.
Pertarungan Jokowi vs Megawati
Mada mengatakan, pencalonan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen dan Andika-Hendi bisa dikatakan sebagai pertarungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Megawati Soekarnoputri.
"Ahmad Luthfi ini jagonya jokowi sejak lama," paparnya.
Mantan Kapolda Jateng itu merupakan orang lingkaran Jokowi sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.
Melihat dua pihak yang ada di belakang kedua calon tersebut, Mada berharap Prabowo sebagai presiden terpilih 2024 sekaligus Ketum Partai Gerindra bisa memainkan peran untuk meredam konflik yang mungkin terjadi.
"Berkaca dari demonstrasi besar kemarin, Pak Prabowo mulai menunjukkan bargaining-nya. Model ini bisa juga dipakai untuk mengelola terjadinya ledakan konflik di Jawa Tengah," kata dia.
"Nah, di situ perannya Prabowo dan Gerindra menjadi sangat penting sekali," pungkasnya.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Media, KPI Aceh Teken Kerja Sama dengan UMMAH Bireuen
Profil Andika Perkasa
Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa adalah seorang purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjabat sebagai Panglima TNI pada 2021 sampai 2022.
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 21 Desember 1964 ini menggantikan Marsekal Hadi Tjanjanto yang saat itu memasuki masa pensiun.
Sebelum duduk di kursi orang nomor satu di tubuh TNI, Andika menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Dilansir dari Kompaspedia, Andika menempuh pendidikan tentara di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, dan lulus pada 1987.
Empat tahun di Akademi Militer, dia kemudian dilanjutkan menimba ilmu di Amerika Serikat selama delapan tahun.
Andika tercatat bersekolah di National War College, Norwich University, dan mendapat gelar master kebijakan publik di Harvard University, serta gelar doktor dari George Washington University.
Karier suami dari Diah Erwiany atau akrab dipanggil Hetty Hendropriyono ini terbilang cemerlang di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada 2014, Andika menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) dengan pangkat Mayor Jenderal, kemudian Panglima Kodam Tanjungpura dua tahun berselang.
Bintangnya meroket menjadi bintang tiga saat menjabat Dankodiklat TNI AD pada 2018 dan beberapa bulan kemudian menjabat Panglima Kostrad.
Pada November 2018, Andika dipercaya sebagai KSAD dan menyandang bintang empat atau pangkat jenderal.
Alhasil, Andika Perkasa hanya membutuhkan empat tahun dari pangkat jenderal bintang dua hingga bintang empat.
Pada 2021, Jenderal Andika Perkasa lantas dipilih Presiden Jokowi menjadi calon tunggal panglima TNI.
DPR melalui Komisi I pun sudah melakukan fit and proper test dan menyetujui Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.
Hingga pada 17 November 2021, Presiden Jokowi melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta.
Sempat dijuluki sebagai Panglima TNI tertua, Andika Perkasa pensiun dari jabatannya pada 21 Desember 2022 saat berusia 58 tahun.
Posisinya sebagai Panglima TNI kemudian digantikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.
Karier Andika Perkasa di bidang politik
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/12/2022), usai pensiun dari dunia militer, nama Jenderal Andika Perkasa sempat santer terdengar di dalam kancah politik.
Sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, elektabilitas Andika cukup lumayan di berbagai survei yang dilakukan lembaga survei.
Misalnya, survei oleh Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022 menunjukkan, elektabilitas Andika mencapai 2 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan politikus PDI-P Puan Maharani yang hanya memperoleh 0,6 persen saat itu.
Hal senada juga terlihat berdasarkan survei Indopol yang dilakukan pada 24 Juni-1 Juli 2022. Elektabilitas Andika mencapai 2,76 persen.
Angka itu jauh melesat dibandingkan survei serupa pada periode sebelumnya, yang menunjukkan elektabilitas Andika masih 0,57 persen.
Menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono itu bahkan sempat masuk ke dalam bursa bakal calon presiden yang akan diusung Partai Nasdem.
Nama Andika bersanding dengan dua nama besar lainnya, yakni mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan eks Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDI-P Ganjar Pranowo.
Meski pada akhirnya, partai besutan Surya Paloh itu memutuskan mengusung Anies sebagai capres bersama partai politik lainnya.
Di sisi lain, diberitakan Kompas.com, Sabtu (24/8/2024), Andika Perkasa mengaku sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI-P sejak tahun lalu.
Namun demikian, dia baru diperkenalkan oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam pidato politiknya di pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) kelima PDI-P, Jumat (24/5/2024) sore.
"Sejak tahun lalu," ujar Andika, ditemui usai mengikuti pembukaan Rakernas di Ancol, Jakarta Utara.
Kala itu, wajah Andika tampak demikian semringah saat mengenakan baju kebesaran PDI-P yang berwarna merah.
Kini, PDI-P pun resmi mengusung Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah 2024.
Profil Ahmad Luthfi
Luthfi lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 22 November 1966.
Ia bergabung bersama Korps Bhayangkara melalui Sekolah Perwira (Sepa) Militer Sukarela (Milsuk) Polri pada tahun 1989 dengan pengalamannya di bidang intelijen keamanan.
Selepas lulus dari Sepa Milsuk Polri, Luthfi kembali melanjutkan pendidikan kepolisian di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri pada tahun 2000.
Lima tahun berikutnya, Luthfi kembali masuk ke lingkungan pendidikan dengan bergabung di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri pada tahun 2005 dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada tahun 2007.
Sementara pendidikan kejuruan yang ditempuhnya meliputi, Diktap Polri tahun 1992, Daspa Serse tahun 1994, dan Dikjur Perwira Provos tahun 1995.
Orang dekat Jokowi
Luthfi merupakan sosok yang punya hubungan dekat dengan Presiden Joko Widodo.
Saat Demo di DPR Hubungan keduanya terbina dengan baik sejak Luthfi bertugas sebagai Wakil Kapolres Solo pada tahun 2011.
Kala itu, Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo.
Setelahnya, Markas Besar Polri mempromosikan Ahmad Lutfhi menjadi Kapolres Solo pada tahun 2015. Pada tahun tersebut, Jokowi telah menjabat presiden.
Setelah bertugas di Solo, Luthfi kemudian mendapat promosi menjadi Analisis Kebijakan Madya Bidang Sosial Budaya Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri pada 2017.
Lalu, Wakil Kapolda Jawa Tengah pada 2018 dan Kapolda Jawa Tengah pada 2020 hingga sekarang.
Saat ini, Luthfi menyandang pangkat Irjen atau jenderal bintang dua Polri.
Baca juga: Hujan Deras, Polisi Imbau Pengendara Hati-hati Melintas di Tanjakan Leter S Bulu Sema Aceh Singkil
Baca juga: Ben Gvir Mau Bangun Tempat Ibadah Yahudi di Masjid Al-Aqsa, Dikecam PBB, Arab Saudi, Yordania, Qatar
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
11 Daerah Bakal Gelar Pemungutan Suara Ulang karena Adanya Pelanggaran, Kapan Akan Dilaksanakan? |
![]() |
---|
KIP Kota Langsa Mulai Rekap Hasil Perolehan Suara Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Sosok Mulkan Cabup Petahana Bangka juga Kalah Lawan Kotak Kosong, Pernah Jadi Anggota DPRD 2 Periode |
![]() |
---|
Mulkan-Ramadian juga Kalah Lawan Kotak Kosong di Kabupaten Bangka Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Sosok Maulan Aklil, Calon Wali Kota Pangkalpinang Dikalahkan Kotak Kosong di Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.