Berita Bireuen
Tingkatkan Literasi Media, KPI Aceh Teken Kerja Sama dengan UMMAH Bireuen
“Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan KPI Aceh dalam berbagai bidang, termasuk...
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (MoA), dan Implementasi Agreement (IA) dengan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH).
Perjanjian kerja sama itu ditandatangani Ketua KPI Aceh, Acik Nova, yang didampingi Putri Nofriza dan Rektor Universitas UMMAH, Dr H Muharrir Asy’ari Lc MAg didampingi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Firmawati SPsi MPd dan Mena Sari SKomI MKom.
“Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan KPI Aceh dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat,” kata Acik.
Selain penandatangan kerja sama, KPI Aceh juga mengadakan kegiatan literasi media dengan tema ‘Transformasi Penyiaran di Era Digital’, di Aula UMMAH Bireuen, Senin (26/8/2024). Kegiatan itu dibuka Ketua KPI Aceh, Acik Nova.
Rektor UMMAH menyatakan, dalam era yang terus berkembang, setiap hari dihadapkan pada tantangan dan peluang baru. “Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap individu untuk terus belajar dan membuka diri terhadap hal-hal yang baik dan positif.
Sikap ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan pribadi, tetapi juga memungkinkan kita untuk memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat” ungkap Muharrir.
“Dengan mengedepankan sikap terbuka terhadap pembelajaran dan inovasi, kita dapat menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi banyak orang, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih harmonis dan berdaya saing. Mari bersama-sama berkomitmen untuk terus belajar dan berbagi kebaikan demi masa depan yang lebih baik” tegas Rektor UMMAH.
Sementara Ketua KPI Aceh, Acik nova, mengatakan, di era digital ini, masyarakat diminta cerdas dan bijak dalam memilih informasi dari berbagai media.
“Teknologi sudah memberikan kita akses yang luas terhadap berbagai sumber informasi, namun di sisi lain, juga membuka peluang bagi penyebaran informasi yang tidak akurat atau bahkan menyesatkan” ungkapnya.
Acik juga menegaskan, sangat penting bagi setiap individu untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, memahami konteks dari berita yang dibaca, dan memilih sumber informasi yang terpercaya.
“Dengan begitu, kita semua dapat berperan aktif dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di masyarakat, serta membantu mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak,” tandasnya.(*)
Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama TNI dan Elemen Masyarakat |
![]() |
---|
Polres Bireuen Serahkan 3 Tersangka Tambang Ilegal Batu Hijau ke Jaksa, Terancam 5 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Dua Mahasiswa Asing Ikut Moska Umuslim Bireuen, Begini Suasananya |
![]() |
---|
Harga Daging di Bireuen Capai Rp 170.000 Per Kilogram, Pembeli Menurun, Ini Dugaan Penyebabnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.