Perang Gaza

Rafah Alami Kehancuran Besar-besaran, Sebagian Besar Kota dan Gedung Rata dengan Tanah

Di Jenin dan Tubas, setidaknya sembilan orang telah tewas dalam serangan udara Israel, dengan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat karena b

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/IDF
Militer Israel mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka telah menetapkan “kendali operasional” atas seluruh apa yang disebut Rute Philadelphi di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir, dan sejauh ini menemukan sejumlah peluncur roket dan setidaknya 20 terowongan penyelundupan lintas batas di sana 

SERAMBINEWS.COM - Kelompok jurnalisme investigatif mengatakan analisis citra satelitnya menunjukkan Rafah, di selatan Jalur Gaza, telah rusak atau hancur.

Pasukan Israel telah menghancurkan seluruh blok kota sebagai bagian dari perluasan Koridor Philadelphi ke lingkungan di selatan Rafah, termasuk Kamp Pengungsi Brasil dan Dahiyat as-Salam, demikian temuan para peneliti Bellingcat.

Bellingcat juga menemukan bahwa kehancuran tersebut jauh melampaui Koridor Philadelphi yang diperluas, termasuk di lingkungan timur Tal as-Sultan, di mana hanya 224 dari sekitar 670 bangunan yang masih berdiri.

Baca juga: Mesir Minta Israel Tarik Pasukannya dari Penyeberangan Rafah Antara Mesir dan Gaza

Balakrishnan Rajagopal, pelapor khusus PBB mengenai hak atas perumahan yang layak, menanggapi analisis baru dari Bellingcat yang menunjukkan pasukan Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah kota di selatan Jalur Gaza.

“Israel adalah negara pembongkaran yang unggul,” Rajagopal mengatakan dalam sebuah postingan di X, menambahkan analisis terbaru “menunjukkan komisi kejahatan internasional yang luas termasuk domicide”.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) tidak boleh gagal untuk menambahkan hal ini ke dalam dakwaannya,“ tambah pakar hak asasi manusia PBB tersebut.

Tepi Barat Membara, Israel Lancarkan Operasi Militer Besar-besaran Libatkan Buldozer dan Drone

Di Tepi Barat yang diduduki, militer Israel telah meluncurkan operasi besar-besaran di tiga kamp pengungsi di Jenin, Tulkarem dan Tubas, mengerahkan drone, buldoser, dan ratusan pasukan darat. 

Media Israel menggambarkan serangan tersebut sebagai yang terbesar di Tepi Barat bagian utara sejak Intifada – kedua atau pemberontakan Palestina – pada tahun 2002.

Di Jenin dan Tubas, setidaknya sembilan orang telah tewas dalam serangan udara Israel, dengan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat karena bentrokan terus berlanjut antara pejuang Palestina dan pasukan Israel.

Militer Israel telah merilis rekaman video serangan udara yang menewaskan lima orang di kamp pengungsi Nur Shams di Provinsi Tulkarem, Tepi Barat yang diduduki pada Selasa pagi.

Batalyon Tulkarem mengatakan para pejuangnya meledakkan buldoser militer Israel di kamp pengungsi Nur Shams dengan meledakkan alat peledak rakitan.

Jaringan Berita Quds memposting sebuah video yang dikatakan menggambarkan momen serangan itu. 

Rekaman itu menunjukkan bola api besar diikuti oleh awan asap yang naik di atas daerah padat penduduk.

Kantor berita Wafa melaporkan bahwa Israel mengerahkan empat buldoser, disertai dengan kendaraan militer, ke Tulkarem, dan bahwa pasukan Israel telah menggunakan mesin tersebut untuk menghancurkan garasi, jalan dan jaringan air di kota tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved