Perang Gaza

Sosok Abu Shujaa, Komandan Brigade Al-Quds yang Syahid pada Pertempuran Heroik dengan Tentara Zionis

Mohammad Samer Jaber, yang dijuluki "Abu Shujaa", berusia 26 tahun dan lahir pada tahun 1998. Ia berasal dari keluarga Palestina yang mengungsi dari k

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Media sosial melalui Al Jazeera
Mohammad Samer Jaber, yang dijuluki "Abu Shujaa", berusia 26 tahun dan lahir pada tahun 1998. Ia berasal dari keluarga Palestina yang mengungsi dari kota Haifa akibat pendudukan selama Nakba tahun 1948 dan menetap di kamp Nur Shams. 

SERAMBINEWS.COM - Nama panggilannya Abu Shujaa. Ia syahid dalam pertempuran paling heroik saat dikepung tentara zionis, Kamis (29/8/2024) malam di sebuah masjid di Kamp Tulkarem, Tepi Barat. 

Saat itu Abu Shujaa bersama empat anggota Batalion Tulkarem-Brigade Al-Quds yang juga ikut syahid. 

Kabar kemartirannya ditangisi banyak orang dan membuat semua penduduk di Tepi Barat yang diduduki berduka. 

Bahkan kesyahidannya diumumkan di masjid-masjid lewat pengeras suara yang menandakan sang mujahid adalah sosok pahlawan bagi para pejuang dan perlawanan kemerdekaan Palestina di Tepi Barat.  

Dalam pernyataan tentara Israel yang dikeluarkan Kamis (29/8/2024) mengatakan pasukan terlibat baku tembak dengan para pejuang di Tepi Barat sebelum mereka terbunuh, termasuk Muhammad Jaber, yang dikenal sebagai Abu Shajaa, yang dituduh organisasi keamanan Israel merencanakan banyak serangan teror, termasuk penembakan pada bulan Juni yang menewaskan seorang pria Israel.

Baca juga: Abu Shujaa, Pejuang Paling Dicari Israel, Empat Kali Gagal Dibunuh: Rakyat Gaza Mampu Basmi Israel

Seorang anggota lainnya ditangkap, menurut pernyataan tersebut. Media Palestina menyebut orang yang ditangkap itu sebagai Muhammad Kasas, anggota tingkat tinggi sayap militer kelompok Jihad Islam Palestina di Tulkarem.

Lantas siapa Abu Shujaa?

Mohammad Samer Jaber, yang dijuluki "Abu Shujaa", berusia 26 tahun dan lahir pada tahun 1998. Ia berasal dari keluarga Palestina yang mengungsi dari kota Haifa akibat pendudukan selama Nakba tahun 1948 dan menetap di kamp Nur Shams.

Mohammad Samer Jaber, yang dijuluki
Mohammad Samer Jaber, yang dijuluki "Abu Shujaa" yang juga Komandan Brigade Al-Quds syahid dalam pertempuran dengan tentara zionis. (SERAMBINEWS/telegram)

Ia tumbuh di kamp dan belajar di sekolah-sekolahnya. Saudaranya, Martir Mahmoud Jaber, terbunuh di kamp sembilan bulan lalu. Ia juga memiliki dua saudara laki-laki, Ahmed dan Ouday.

Ouday dibebaskan dari tahanan Israel lima tahun lalu, sementara Ahmad masih menjadi tahanan.

Abu Shujaa menghabiskan lima tahun di penjara Israel, setelah ditangkap saat berusia 17 tahun, kemudian dua kali setelahnya, bersama pimpinan Perlawanan.

Namanya mulai dikenal sebagai salah seorang pendiri Brigade Tulkarm - Brigade Al-Quds yang paling menonjol, setelah gugurnya pejuang perlawanan Saif Abu Labdeh dari Kamp Nur Shams, yang menelurkan ide batalyon dan semangatnya, mirip dengan apa yang telah terjadi di Tepi Barat selama beberapa tahun terakhir.

Abu Shujaa mengambil alih kepemimpinan dan pengembangan batalion tersebut, memuji peran pemimpin besar Izz al-Din dalam mendukungnya.

Baca juga: Komandan Brigade Al-Quds Abu Shujaa Akhirnya Syahid dalam Pertempuran Heroik dengan Tentara Zionis

Pada suatu kesempatan Al Mayadeen melakukan wawancara dengan komandan Brigade Tulkarm di Brigade al-Quds, Mohammad Jaber "Abu Shujaa", yang berarti "bapak keberanian", orang yang paling dicari pendudukan Israel di Tepi Barat yang diduduki. 

Abu Shujaa bersikeras agar wawancara media pertamanya dilakukan dengan Al Mayadeen, meskipun "Israel" dan aparatnya mengejarnya. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved