Rabu, 3 Juni 2026

Kesehatan

Benarkah Bentuk Penis yang Bengkok Lebih Memuaskan Pasangan? Ini Jawaban dr Boyke

Apabila ketiga hal tersebut tepenuhi maka lelaki bisa memuaskan pasangan dan bisa mencapai orgasme.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
Kolase
dr Boyke jelaskan soal mitos atau fakta penis yang bengkok lebih memuaskan pasangan di ranjang. 

SERAMBINEWS.COM -  Ukuran penis bukan penentu segalanya. Ada yang lebih krusial, yaitu bentuk penis.

Pria yang tahu betul bagaimana memuaskan pasangan dengan posisi yang tepat sesuai dengan bentuk penisnya bisa jadi memiliki pengalaman bercinta lebih berkesan.

 Di sisi lain, ada juga bentuk penis yang cukup langka sehingga membuat ereksi terasa menyakitkan.

Mengenal lebih jauh bentuk penis diri sendiri tak hanya sekadar menambah wawasan saja.

Lebih penting lagi, tahu bentuk penis dapat membantu seseorang mengetahui posisi terbaik – dan sebaliknya perlu dihindari – saat berhubungan seksual.

 

Benarkah bentuk penis yang bengkok lebih memuaskan pasangan di atas ranjang?

Seksolog kenamaan dr Boyke Dian Nugraha menjawab apakah ini mitos atau fakta.

Sebagaimana bagian tubuh lainnya, penis akan tampak berbeda pada setiap laki-laki.

 
Beberapa laki-laki memiliki bentuk penis yang bengkok, baik itu ke kiri, kanan, atas, atau bawah.

Apakah ini normal?

 
Selama bengkoknya tidak berlebihan sampai menyebabkan rasa sakit, hal ini cukup normal.

Bahkan, bentuk penis yang bengkok dipercaya dapat menambah kenikmatan saat hubungan intim.

Hal ini lantaran penis dapat menstimulasi titik sensitif yang berada di dalam vagina dengan lebih baik.

 
 

Baca juga: Ada Benjolan di Mulut Rahim, Bahaya Gak Sih? Begini Kata Seksolog dr Boyke hingga Perawatannya


 
 
Lantas, bagaimana penjelasan medis soal ini?

Menurut dr Boyke bentuk penis yang bengkok tak ada hubungannya dengan kenikmatan lebih saat berhubungan seks.

"Itu mitos, Mr. P bengkok akan lebih enak," kata dr. Boyke dikutip dari akun TikTok Wish by dr. Boyke.

Ia melanjutkan, para wanita umumnya akan merasa puas jika penis suami keras ketika ereksi dan bisa bertahan lama selama di atas ranjang.

Sedangkan pria akan merasakan kepuasan seks saat miss v istri bisa 'menjepit' penisnya ketika orgasme.

 

Jenis penis yang disukai wanita

Melansir dari kanal YouTube kacamata dr. Boyke, ada 3 jenis Mr P yang menjadi favorit perempuan karena bisa membuat mereka mencapai orgasme.

Pertama, memiliki kekerasan yang cukup. Kedua, tidak impoten. Ketiga, tidak ejakulasi dini. 

Apabila ketiga hal tersebut tepenuhi maka lelaki bisa memuaskan pasangan dan bisa mencapai orgasme.

"Kepuasan bukan dari ukuran, tapi pada kemampuannya mengetahui titik – titik erogen, kekerasanya, ditambah dengan lamanya paling enggak di atas 5 menit,” kata dr Boyke.

Ia juga berpesan untuk para lelaki, agar tidak terbuai dengan iklan – iklan yang bisa memperpanjang dan memperbesar ukuran penis.

Sebab menurutnya yang paling penting adalah rasa percaya diri, kekerasana, serta durasi permainan.

"Membuat perempuan bahagia itu bukan hanya dengan penis anda. Tapi dengan perilaku anda sendiri yang selalu menyenangkan," kata dr Boyke.

 

8 bentuk penis, manakah yang tak normal?

Sebelum membahas tentang penyakit tertentu yang membuat penis memiliki kelainan bentuk yang cukup mengkhawatirkan, berikut ini beberapa bentuk penis yang umum dimiliki pria:

1. Lurus seperti churros

Salah satu bentuk penis yang umum dimiliki pria adalah berbentuk lurus seperti churros, dari pangkal hingga batangnya.

 Umumnya, bentuk penis ini lebih kurus sehingga perlu menyiasati dengan posisi bercinta tertentu.

 Sebisa mungkin, cari posisi yang memungkinkan paha pasangan berada cukup dekat.

2. Besar dan panjang

Banyak yang menyebut bentuk penis besar dan panjang menjadi idaman.

 Meski demikian, belum tentu demikian yang dirasakan saat bercinta.

Dalam sebuah penelitian bahkan terungkap fakta bahwa perempuan lebih memilih pasangan dengan ukuran penis tidak terlalu besar untuk komitmen jangka panjang.

Bagi mereka yang memiliki bentuk penis besar dan panjang, sebaiknya memilih posisi bercinta yang memberi kendali bagi pasangan. Entah itu kedalaman atau kemiringan untuk menghindari rasa tidak nyaman.

 3. Bentuk seperti timun

Selanjutnya ada juga bentuk penis seperti timun yang membuat lebih leluasa mengeksplorasi berbagai gaya.

 Jika bisa dibilang sebagai kelebihan, bentuk penis ini cocok dengan sebagian besar bentuk vagina sehingga pengalaman bercinta jadi lebih nyaman.

4. Mikropenis

 Ada sebagian kecil orang yang secara medis diklasifikasikan memiliki penis berukuran mikro atau kecil.

Ketika mengalami ereksi, panjangnya tidak lebih dari 7-8 cm.

Diduga, salah satu penyebab mikropenis adalah rendahnya kadar testosteron seseorang saat perkembangan dalam kandungan.

Meski demikian, bentuk penis mikro bukan berarti tidak bisa merasakan kepuasan bercinta.

Pilih posisi yang memungkinkan penetrasi mendalam, seperti meletakkan bantal di bawah bokong pasangan.

5. Mengecil di ujung seperti roket 

Bentuk penis lain adalah seperti roket, lebar di bagian pangkal namun semakin mengecil di kepalanya.

 Selama perbedaan ukuran ini tidak drastis, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan.

6. Tebal seperti sosis

Bentuk penis yang tebal juga dimiliki sebagian besar pria.

Tak perlu panjang, namun bentuk penis yang tebal sangat mungkin memuaskan pasangan.

Untuk dapat mencapai G-spot, coba posisi misionaris atau spooning sehingga kontak bisa lebih dalam. 

7. Melengkung seperti pisang

Bentuk penis tak selalu lurus, ada juga yang melengkung layaknya pisang.

Bentuk ini berkembang saat masa pubertas.

 Untuk menghindari rasa tidak nyaman ketika berhubungan seksual, cari posisi berhadapan sehingga vagina pasangan bisa memberi ruang yang cukup untuk penis.

 8. Peyronie’s Disease

 Bentuk penis terakhir adalah contoh langka yang cukup mengkhawatirkan, yaitu penis yang melengkung sekitar 10 hingga 25 derajat.

Konsekuensinya, penderita Peyronie’s Disease bisa merasa kesulitan – bahkan kesakitan – saat bercinta.

 Penyebabnya bisa terjadi karena trauma pada penis yang menyebabkan cedera.

Selain itu, faktor genetik dan usia juga turut menjadi faktor risiko terjadinya Peyronie’s Disease.

 Kondisi ini bisa diobati dengan pengobatan atau operasi.

Perlu diingat bahwa bentuk penis bisa berubah seiring dengan bertambahnya usia.

Tentunya, kadar testosteron turut mengambil peran signifikan.

Perkembangan bentuk penis dimulai sejak usia 9 tahun, saat kelenjar pituitari memerintah tubuh untuk memproduksi testosteron. Pada beberapa orang, ada kemungkinan penis menjadi melengkung seiring dengan pertambahan usia. 

Perbedaan bentuk penis antara satu pria dan lainnya adalah hal yang sangat wajar.

Apabila bentuk penis terasa mengganggu aktivitas atau dirasa kurang normal, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter. Ada banyak pilihan pengobatan yang bisa dicoba.

 

 

 

Baca juga: Cabor Terbang Layang PON Ditandingkan di Venue Bandara Malikussaleh Aceh Utara, 6-19 Septemner 2024

Baca juga: VIDEO Bulan Paling Berdarah Bagi Israel! 703 IDF Termasuk Anak Anggota Parlemen Tewas Dibom

Baca juga: Kemarin Tertunda karena Angin Kencang, Hari Kedua Pertandingan Cabor Aerosport Paramotor PON Sukses

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved