Minggu, 7 Juni 2026

Pakar Ungkap Alasan Mi Instan Jadi Menu Harian di Jepang dan Korea, Bukan karena Lebih Sehat

Mi instan yang dikonsumsi di Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan pada dasarnya memiliki kandungan yang relatif serupa. 

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
MI INSTAN - Mi instan yang dikonsumsi di Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan pada dasarnya memiliki kandungan yang relatif serupa. Perbedaan utama terletak pada budaya makan dan cara penyajiannya. 

Ringkasan Berita:
  • Kandungan mi instan di Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan relatif sama, tetapi cara konsumsinya berbeda.
  • Masyarakat Jepang dan Korea biasanya makan mi bersama sayuran dan protein, sehingga kebutuhan gizinya lebih seimbang.
  • Gaya hidup aktif dan kebiasaan berjalan kaki turut membantu menjaga kesehatan meski mi instan sering dikonsumsi.
 
 

SERAMBINEWS.COM - Mi instan yang dikonsumsi di Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan pada dasarnya memiliki kandungan yang relatif serupa. 

Perbedaan utama terletak pada budaya makan dan cara penyajiannya.

Di Jepang dan Korea Selatan, mi instan biasanya dikonsumsi bersama sayuran, protein, dan makanan bergizi lainnya sehingga asupan nutrisi lebih seimbang.

Masyarakat di kedua negara tersebut juga memiliki kebiasaan mengonsumsi sayur dalam jumlah tinggi.

Selain itu, mereka menjalani gaya hidup yang lebih aktif dengan banyak berjalan kaki setiap hari.

Kandungan natrium yang tinggi dalam mi instan tetap berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.600 Per Dolar AS, Harga Tahu, Tempe Hingga Mi Instan Terancam Naik

Namun, pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang baik dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.

Karena itu, anggapan bahwa mi instan di Jepang atau Korea lebih sehat tidak sepenuhnya benar, sebab faktor pendamping dan gaya hidup jauh lebih menentukan.

Berawal dari media sosial X belakangan diramaikan dengan perdebatan mengenai kebiasaan konsumsi mi instan di Indonesia dibandingkan dengan Jepang dan Korea Selatan.

Dalam unggahan yang viral, seorang pengguna mempertanyakan mengapa masyarakat Indonesia sering menganggap mi instan tidak sehat jika dikonsumsi setiap hari. 

Sementara di Jepang dan Korea Selatan makanan tersebut justru menjadi bagian dari menu harian masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, ahli gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut lebih dipengaruhi oleh budaya makan dan pola hidup masyarakat. 

Baca juga: Bumbu Ayam Bawang Serbaguna, Resep Mi Instan Homemade Ala Chef Devina Hermawan Favorit Keluarga

Bukan semata-mata karena perbedaan kandungan mi instannya.

Menurut Toto, mi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang telah lama menjadi makanan pokok di Jepang dan Korea Selatan, sebagaimana beras di Indonesia.

Selain mi, masyarakat di negara tersebut juga mengonsumsi kentang, roti, dan berbagai sumber karbohidrat lainnya sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved