Breaking News

Hampir Sebulan Tewas, Kasus Kematian Mantan Bupati Jembrana dan Istrinya Mulai Temui Titik Terang

Titik terang sedikit demi sedikit mulai terlihat dari kasus kematian mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (84) dan istrinya, Sri Wulan Trisna (64)

Editor: Faisal Zamzami
MER via Tribun Bali
Foto Kenangan - Jenazah mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana, dengan istrinya yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Gurita Denpasar, akan segera diautopsi di Instalasi Forensik RSUP Prof Ngoerah Bali malam ini. Adik mantan bupati Jembrana menyebut sang kakak dan istri terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada bulan lalu ketika Galungan. 

SERAMBINEWS.COM - Titik terang sedikit demi sedikit mulai terlihat dari kasus kematian mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (84) dan istrinya, Sri Wulan Trisna (64).

Kasus ini bergulir hampir satu bulan sejak jasad korban ditemukan di rumahnya, Jalan Gurita IV, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada 8 Agustus 2024.

Berdasarkan pemeriksaan forensik, korban diduga sudah meninggal sekitar 72 sampai 96 jam sebelum ditemukan.

Kabar terbaru dari kasus ini, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal secara tak wajar atau bukan karena sakit.

"Sementara dua korban meninggal yang ditemukan dan diperiksa meninggal bukan meninggal wajar, sekarang lagi didalami akibat meninggalnya apa, kenapa dikatakan meninggal tidak wajar, dan penyebabnya apa sedang didalami," ujarnya, Jumat (30/8/2024) di Denpasar, dilansir dari Tribun Bali.

Oleh karena itu, petugas sedang menyelidiki penyebab ketidakwajaran itu.

 
"Apakah ada pelaku atau tidak, itu bagian penyelidikan," ucapnya.

Baca juga: Eks Bupati Jembrana dan Istri Tewas, Adik Ungkap Komunikasi Terakhir Bulan Lalu, Jenazah Diautopsi

Di samping itu, Jansen juga membeberkan hasil uji toksikologi Laboratorium Forensik Polda Bali terhadap sejumlah cairan yang disita dari rumah korban.

"Sementara cairan itu yang sudah dipelajari, belum ada kaitan dengan kematiannya. Nama jelas cairan itu nanti akan disampaikan," ungkapnya.

Cairan tersebut ditemukan ketika polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Cairan itu lantas dibawa ke lab untuk diuji apakah di dalamnya terkandung bahan kimia atau tidak.

Selain itu, untuk mengungkap kasus ini, polisi sudah menganalisis rekaman kamera pemantau di sekitar rumah korban. Polisi juga telah memeriksa 26 saksi, baik keluarga maupun tetangga.

Jansen membantah bahwa kepolisian bergerak lambat dalam menguak kasus tewasnya mantan Bupati Jembrana dan istri. Ia mengungkapkan, polisi butuh waktu agar tidak salah menyimpulkan penyebab kematian korban.

"Bukan lambat, jadi teman-teman di Polresta sedang mendalami, sedang di-cross check hasil dari laboratorium forensik maupun dari kedokteran forensik. Nanti dipelajari kembali, dievaluasi kembali, sambil menentukan kesimpulan penyebab kematian," tuturnya.

Baca juga: Ida Bagus Ardana Mantan Bupati Jembrana dan Istrinya Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah

Sementara itu, keluarga korban meminta kepolisian agar mengusut kasus ini secara tuntas.

"Intinya kami dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan, merelakan kepergian beliau, walaupun dengan cara yang menurut kami kurang wajar," kata adik Bagus Ardana, Ida Bagus Lilik Sudirga, di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (15/8/2024).

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved