Perang Gaza
Menteri 'Gila' Israel Ben-Gvir: Warga Palestina Harus Ditembak di Kepala
Menteri Israel mengatakan operasi tersebut merupakan pertanda bagi mereka yang berniat melepaskan teroris, merujuk pada warga Palestina.
SERAMBINEWS.COM - Hak hidup pemukim Israel lebih diutamakan daripada kebebasan bergerak warga Palestina, kata Menteri Kepolisian pendudukan Israel Itamar Ben-Gvir pada Minggu.
Berbicara dalam konferensi pers di lokasi operasi penembakan pagi hari di dekat kota Tarqumiyah di provinsi al-Khalil, Tepi Barat selatan, Ben-Gvir mengatakan ia bermaksud menuntut dari mereka yang bertanggung jawab atas penyebaran pos pemeriksaan di Tepi Barat agar tidak lagi menyebut kebebasan bergerak.
Menteri Israel mengatakan operasi tersebut merupakan pertanda bagi mereka yang berniat melepaskan teroris, merujuk pada warga Palestina.
"Mereka sampah, mereka pembunuh, mereka manusia, mereka tidak boleh dibebaskan--mereka harus ditembak di kepala di negara yang dikelola dengan baik. Saya berharap undang-undang hukuman mati untuk teroris akhirnya disetujui," tambahnya.
Ini menambah pernyataan kontroversial Ben-Gvir terkait pembunuhan tahanan Palestina.
Pada bulan April, Ben-Gvir mengusulkan eksekusi tahanan Palestina sebagai cara untuk mengatasi kelebihan kapasitas di penjara pendudukan Israel.
Dalam sebuah postingan di X, ia menegaskan bahwa penerapan hukuman mati terhadap Palestina adalah solusi yang tepat untuk apa yang ia gambarkan sebagai masalah yang terselesaikan.
Sebelumnya, Menteri Israel telah melakukan eksekusi harian terhadap tahanan Palestina terlama untuk setiap hari seorang tawanan Israel yang ditahan oleh Perlawanan Palestina di Jalur Gaza.
Yang terbaru, Ben-Gvir memicu kritik dan kecaman luas setelah ia mengatakan akan membangun inagog di kompleks Masjid al-Aqsa di kota al-Quds yang diduduki.
Ben-Gvir mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel bahwa "kebijakan di Temple Mount mengizinkan doa, titik," mengacu pada nama Yahudi untuk kompleks Masjid al-Aqsa.
Setelah penduduk "Israel" di bagian timur al-Quds, dibuatlah suatu pengaturan yang mengizinkan orang-orang Yahudi untuk mengunjungi Masjid al-Aqsa tetapi tidak melakukan ritual di sana.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya jumlah pemukim Israel, beberapa di antaranya melakukan ritual provokatif disertai pasukan pendudukan Israel, telah meningkatkan kekhawatiran lama Palestina bahwa "Israel" bermaksud memuat situs suci Islam tersebut.
Ketika ditanya apakah ia akan membangun sinagoge di lokasi tersebut, Menteri Israel menjawab, "Ya".
"Perdana menteri tahu bahwa ketika saya bergabung dengan pemerintah, saya telah menyampaikan dengan cara yang paling sederhana bahwa tidak akan ada diskriminasi di Temple Mount, sebagaimana umat Muslim dapat berdoa di Tembok Barat," imbuh Ben-Gvir.
Dalam kemarahannya hari ini, Ben-Gvir menyerang keluarga tawanan Israel yang ditahan di Gaza dan mengatakan kritik mereka terhadap penanganan tawanan oleh pemerintah "menggemakan propaganda Hamas."
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Politisi-Israel-anti-Arab-Itamar-Ben-Gvir.jpg)