Jumat, 15 Mei 2026

Profil Masjid Haji Keuchik Leumik, Masjid Emas Aceh yang Lolos Anugerah Ampera Kemenag RI

Masjid Haji Keuchik Leumik dikategorikan sebagai masjid Jamik dikarenakan banyaknya pengunjung yang berdatangan, baik masyarakat lokal maupun wisatawa

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/Aksa Ashura
Masjid Haji Keuchik Leumik (HKL) di Desa Lamseupeung, Banda Aceh. Foto diambil pada Rabu (28/8/2024) 

Laporan Aksa Ashura dan Aisyah Hartin

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah karena mayoritas penduduknya beragama Islam.  

Dengan populasi yang sebagian besar Muslim, Aceh memiliki banyak masjid sebagai tempat ibadah, salah satunya ialah Masjid Haji Keuchik Leumik (HKL).

Masjid HKL atau dikenal dengan sebutan Masjid Emas Aceh ini, diresmikan oleh Haji Harun bersama Gubernur Aceh definitif  Ir H Nova Iriansyah MT pada 28 Februari 2019 yang letaknya di Desa Lamseupeung, Banda Aceh.

Pada mulanya, masjid ini didirikan sebagai bentuk kebaktian Haji Harun kepada kedua orangtuanya.

Seiring berjalannya waktu, masjid pribadi ini dijadikan sebagai masjid publik.

Lama pembangunan masjid ini diperkirakan sekitar 2 tahun 4 bulan, dan setelahnya tidak terdapat renovasi apapun lagi.

Adapun ukuran daripada bangunan ini terdiri dari luas bangunan 25 x 30 meter persegi, luas perkarangan 3200 meter persegi, dan luas shaf shalat 20 m x 30 meter .

Masjid Haji Keuchik Leumiek Lamseupeung Banda Aceh.
Masjid Haji Keuchik Leumiek Lamseupeung Banda Aceh. (SERAMBINEWS.COM/HARI TEGUH PATRIA)

Ornamen masjid ini terkesan menggambarkan suasana seperti Timur Tengah, hal ini dapat dilihat dari ukiran serta warna masjid yang kuning keemasan. 

Hal ini merupakan ide murni dari pemilik masjid tersebut yang memang menyukai nuansa Timur Tengah.

Keunikan lainnya dari masjid ini ialah terdapat Rumoh Aceh di perkarangan masjid. Rumoh Aceh tersebut bahkan sudah berdiri sebelum masjid ini didirikan.

Rumoh Aceh merupakan gambaran adat Aceh yang kental, sehingga masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga merupakan simbol kuat dari kebudayaan Aceh.

Pengurusan masjid ini juga terkesan berbeda dari masjid lainnya. Para pengurus biasanya ditunjuk langsung dari sang pemilik, dengan kata lain segala bentuk keputusan dan arahan berasal langsung dari pemilik masjid.

Dilansir Serambinews.com , terdapat beberapa kegiatan rutin yang dilakukan di masjid Keuchik Leumik, yakni shalat lima waktu, pengajian malam (Kamis dan Sabtu).

Kemudian Dzikir (setiap Jumat malam pada awal bulan), Shalat Tarawih, dan Tadarus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved