Breaking News

Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Kuburan Cina, Mantan Pacar Korban dan 3 Orang Lainnya Ditangkap Polisi

Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap empat orang terkait kasus penemuan jasad AA ini.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Siswi SMP yang Tewas Dibunuh di Kuburan China, Korban Jualan Balon Untuk Jajan Sekolah 

SERAMBINEWS.COM - Kasus penemuan jasad AA (13), siswi SMP yang ditemukan tewas di Kuburan Cina di Palembang, Sumatera Selatan, mulai menemui titik terang.

Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap empat orang terkait kasus penemuan jasad AA ini.

Salah satu dari empat orang tersebut adalah mantan pacar korban.

 "Salah satu merupakan mantan pacar korban," ujar salah satu anggota Satreskrim Polrestabes Palembang kepada TribunSumsel.com.

Ia menuturkan, empat orang tersebut dibawa ke Unit PPA untuk dimintai keterangan.

"Sudah dibawa ke Polrestabes Palembang ke Unit PPA untuk diambil keterangan," ungkapnya.

Sementara ayah korban, Supandi juga menuturkan hal senada.

Ia mengatakan, empat orang tersebut sudah diamankan kemarin, Selasa (2/9/2024).

Meski telah diamankan, namun Supandi minta polisi untuk pulang.

"Diduga pelaku sudah ditangkap."

"Namun, kami sempat disuruh pulang, ini karena kami takut emosi melihat pelaku," ujarnya.

Baca juga: Nasib Tragis Siswi SMP Tewas Dibunuh di Kuburan China, Korban Jualan Balon Untuk Jajan Sekolah

Diketahui, jasad AA ditemukan di Kuburan Cina di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (1/9/2024) sekira pukul 13.00 WIB.

Tim forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang pun melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban, AA (13).

Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan ada luka jeratan di leher korban.

 
Tak hanya itu, di tubuh korban juga ditemukan luka lebam.

Hasil pemeriksaan tersebut diungkapkan oleh Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, Indra Nasution.

Ia mengatakan, korban diduga kuat meninggal karena kekurangan oksigen berat.

"Di lihat dari kondisinya, kuat mengarah korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen berat, dan ada jeratan pada bagian leher korban," ungkapnya, dikutip dari TribunSumsel.com.

Indra Nasution menambahkan, dari pemeriksaan dalam, nampak adanya kekerasan di tubuh korban.

"Yang jelas pada leher korban. Untuk cairan yang keluar dari hidung korban, dan darah itulah tadi tanda seseorang yang kekurangan oksigen berat," katanya sambil mengatakan korban meninggal tidak wajar.

Ditanya, apakah ada tanda kekerasan seksual, Indra tak merinci apa yang tim forensik temukan.

"Ada (kekerasan), tetapi itu bukan untuk konsumsi kita, yang jelas sudah kita lakukan vagina swab dan rektal swab, dan sudah kami serahkan lab," bebernya.

Indra juga membeberkan, diduga korban tak melakukan perlawanan saat mendapatkan luka-luka tersebut.

"Tidak ada perlawanan. Untuk luka di bagian dagu sebelah kanan itu luka memar, dan untuk di bagian korban menggigit lidah karena nahan sakit."

"Namun, untuk di tangan tidak ada ditemukan," bebernya.

Baca juga: Siswi SMP Ditemukan Tewas di Kuburan Cina Palembang, Ada Luka Lebam, Sang Ayah Histeris

Tangis Sang Ayah Pecah

Mengetahui putrinya meninggal dunia, Supandi alias Udin (43) ayah AA pun tak kuasa menahan tangisnya.

Tangisnya pecah saat ia diperbolehkan melihat jenazah anaknya di ruang jenazah RS Bhayangkara Palembang, Minggu malam.

Supandi menjerit histeris dan memanggil nama anaknya.

"Ya Allah A**, **, nak maafke bapak," ucap Supandi terlihat muka memerah dan terus meneteskan air mata.

Sesekali Supandi mengusap air mata, sambil memegang keningnya.

"Ou ya Allah nak, A**," kata Supandi seperti yang diwartakan TribunSumsel.com.

Seorang anggota keluarga korban menuturkan, AA merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

AA sendiri terkenal sebagai sosok penurut kepada kedua orang tuanya.

 
"Kalau kemana mana A ini sering pamit pak. Tapi pagi sekitar pukul 09.00 WIB A ini masih nyapu dan ngepel di rumah," kata salah satu keluarganya kepada petugas kepolisian.

Namun saat siang, A pergi keluar rumah tanpa pamit ke orang tuanya.

"A ini sering pamit pak kalau mau pergi keluar rumah, namun hari ini tidak tahu kenapa A** tidak pamitan," ungkapnya kembali.

Ayah korban yang sempat menolak untuk dilakukan autopsi pun akhirnya mengizinkannya.

Supandi bersedia jenazah anaknya diautopsi setelah diberikan penjelasan oleh pihak kepolisian.

Sementara ibu korban, Winarti (39) menceritakan bahwa ia masih bersama anaknya di rumah satu jam sebelum ditemukan meninggal dunia.

Diketahui, jasad AA ditemukan sekira pukul 13.00 WIB.

"Tadi siang sekitar pukul 12.00, sempat bertemu pak. Saat saya pulang usai bekerja, namun saat itu kami tidak sempat berbicara dan anak saya pun pergi tidak pamit," ungkapnya, dikutip dari TribunSumsel.com.

Winarti menuturkan, tiga hari sebelum keluar rumah, anaknya sempat bercerita ingin berkunjung ke rumah temannya.

"Tetapi saya tidak tahu pak temannya siapa. Anak saya juga tidak memiliki HP," ungkapnya.

Winarti mengaku mendapatkan kabar anaknya tewas dari keponakannya.

"Sekitar pukul 17.00 pak, tadi keponakan saya Petik mampir ke rumah mengatakan bahwa dia ditemukan sudah meninggal di kuburan Cina," ungkap Winarti dengan mata memerah.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia pun mendatangi lokasi kejadian.

"Dapat kabar itu saya langsung ke kuburan cina pak. Melihat sudah rame polisi dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara," katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

  "Benar adanya penemuan mayat wanita, dan hingga kini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang," ungkapnya.

Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan terkait penemuan jenazah siswi kelas 2 SMP ini.

"Masih dilakukan penyelidikan terkait adanya temuan mayat perempuan ini," ucap Yunar Singkat.

 

Sosok Korban

Dibalik tewasnya Ayu Andriani alias AA rupanya meyimpan kisah pilu.

 
Diketahui, korban yang merupakan siswi SMP itu diduga tewas dibunuh di kawasan Kuburan Cina TPU Talang Kerikil Kota Palembang.

Gadis berusia 13 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa oleh warga.

 
Semasa hidup, gadis remaja itu rupanya merupakan sosok anak yang rajin.

Demi membantu perekonomian kedua orangtuanya, ia bersama sang adik rela keliling berjualan balon bersama sang adik.

Nurpah menceritakan, keponakannya tersebut merupakan anak yang rajin.

 
Setelah pulang dari sekolah, Ayu pergi berjualan balon bersama adiknya.

"Dari jam 2 siang sampai jam 8 malam dia jualan balon untuk uang tambahan jajan dan keperluan sekolah dia. Diantar jemput sama anak saya yang laki-laki, " katanya saat ditemui setelah pemakaman korban, Senin (2/9/2024) melansir TribunSumsel.com

Menurutnya, keponakannya tersebut mulai berjualan balon sejak lulus SD.

"Sudah agak lama juga semenjak lulus sekolah SD. Dia jualan pindah-pindah, keliling diantar jemput, kalau hari Minggu tidak jualan, " katanya.


Ia menambahkan, sejak sebulan terakhir almarhum bersama kedua orangtuanya memang tinggal bersamanya 

"Sebelumnya dia ngontrak sama ayah dan ibunya di dekat sini. Terus semenjak istri saya sakit mereka tinggal disini. AA merawat wak dia, istri saya, dia ikut bantu gantikan pampers istri," ungkapnya.

Saat hari terakhir sebelum ditemukan tewas, AA memang pergi keluar namun tak seperti biasanya karena ia tidak pamit.

"Tidak pamit, almarhumah juga tidak punya handphone, " katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban Ayu tewas diduga akibat dibunuh.

dr Indra Nasution, tim dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, mengatakan, penyebab meninggal korban akibat kekurangan oksigen berat. 

Selain itu ada ditemukan jeretan di leher korban

"Penyebab kematian karena kekurangan oksigen dan ada jeretan di leher," kata dia, Minggu (1/9/2024). 

Menurut dia, cairan dan darah yang keluar dari hidung korban merupakan pertanda seseorang kekurangan oksigen berat. 

"Tidak ada perlawanan, untuk luka di bagian dagu sebelah kanan itu luka memar, dan untuk dibagian korban mengigit lidah karena nahan sakit, namun untuk ditangan tidak ada ditemukan," bebernya. 

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sebanyak lima orang saksi. 

"Lima saksi sudah diperiksa, sejauh ini belum ada yang mengerucut ke arah tersangka," kata dia,  Senin (2/9/2024). 

Menurut dia, tim sudah melakukan olah TKP, pihaknya menemukan ketidakwajaran kematian korban

“Memang ada temuan ketidakwajaran atas kematian dari korban,” ungkap Harryo.

 

Baca juga: PEMA Promosikan KIA Ladong Di Forum Bisnis di Washington

Baca juga: VIDEO - Sandera Israel Speak Up sebelum Tewas Dibom IDF, Menangis Atas Gagalnya Netanyahu

Baca juga: Pasangan Suami Istri di Jakarta Barat Disiram Air Keras, Pelaku Rekan Kerja Korban

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul 4 Orang Diamankan, Ayah AA, Siswi SMP Tewas di Kuburan Cina Palembang Tak Boleh Lihat, Takut Emosi

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved