Rabu, 10 Juni 2026

Cahaya Aceh

Gunung Berapi Jaboi, Menyatunya Keindahan dan Kekuatan Alam Sabang

Gunung Berapi Jaboi yang masih aktif ini siap memacu adrenalin para pecinta alam yang datang ke Sabang.

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Safriadi Syahbuddin
DOK POKDARWIS JABOI
Pengunjung berada di kawasan Gunung Berapi Jaboi, Sabang. 

“Produk wisata Jaboi yang sangat diminati pelancong adalah spot gunung berapi, kawah rayek, bebatuan, pepohonan, serta permainan ATV di kawasan gunung berapi,” tambah Dayat.

Gununug Api Jaboi 02
Wisatawan mancanegara menikmati keindahan alam Gunung Berapi Jaboi, Sabang.

Desa Jaboi juga memiliki produk ekonomi kreatif, seperti kue bakpia Cut Intan, kerajinan rotan, dan kerajinan batok kelapa hasil produksi Karang Taruna Jaboi.

Jaboi juga menyediakan aktivitas lain bagi wisatawan, seperti memancing dengan nelayan lokal, snorkeling di taman bawah laut Jaboi, Jaboi camping ground, atau bersantai di pemandian air panas.

Diketahui sebelumnya, Desa Jaboi berhasil masuk nominasi penerima Anugerah Desa Wisata (ADW) 2024 mewakili Provinsi Aceh.

"Desa Jaboi ini masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia, mewakili Aceh dari 615 desa wisata se-Indonesia yang ikut serta, kemudian pada Rabu (27/8/2024) lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno yang diwakili oleh Staf Ahli Pengembangan Bidang Usaha Kemenparekraf/Baparekraf, Masruroh, telah hadir langsung ke desa Jaboi untuk melakukan penilai.

Dalam kesempatan itu, Masruroh mengatakan Desa Wisata Jaboi layak masuk dalam 50 besar katagori salah satu desa terbaik. Berbagai keunggulan dimiliki baik dari segi objek wisata alam yang unik maupun khas jajanan yang dikelola oleh UMKM.

Desa Jaboi sudah sejak lama memiliki konservasi alam yang menjadi penting untuk pariwisata hijau dan didukung oleh wisata gunung merapi serta pemandian air panas yang bersumber langsung dari kawah tersebut.

"Pada hari ini kenapa Desa Wisata Jaboi masuk dalam ADWI 2024 terjawab sudah. Desa ini memiliki keunikan dibandingkan desa lainnya. Dari segi makanannya atau jajanan juga punya khasnya sendiri, sisi tujuan wisatanya ada kawah merapi, ada juga tempat pemandian air panas dan yang paling penting itu ada konservasi, nah konservasi alam itu penting untuk pariwisata hijau," ungkap Masruroh.

Menurutnya, desa Jaboi sebenarnya sudah juara dengan masuk dalam 50 besar dari seluruh Indonesia, akan tetapi komitmen dari Kemenparekraf untuk desa-desa ini akan dilakukan bimbingan dan pembinaan sesuai dengan apa yang lebih dibutuhkan.

"Kami memang tidak bisa melakukannya sendiri, kita butuh komitmen dari pemerintah daerah, kita butuh kerjasama dengan LSM, dengan pihak dunia usaha untuk bersama-sama mengembangkan ini, kita sudah masuk ke 50 besar, nah kelebihannya apa, kekurangan apa itu nanti sama-sama kita kerjakan," tutupnya.

Wisatawan mancanegara menikmati keindahan alam Gunung Berapi Jaboi, Sabang.
Wisatawan mancanegara menikmati keindahan alam Gunung Berapi Jaboi, Sabang. (DOK POKDARWIS JABOI)

Sementara itu, Pj Wali Kota Sabang Andri Nourman mengatakan sejauh ini Pemerintah Kota Sabang secara bersama-sama dengan masyarakat, kepala desa, pokdarwis, bahkan unsur pimpinan daerah, terus berupaya mengembangkan objek wisata di Kota Sabang, termasuk gampong Jaboi.

"Desa Jaboi tidak hanya menjadi ikon pariwisata Sabang, tetapi juga representasi dari potensi wisata Aceh secara keseluruhan. Dengan masuknya Desa Jaboi dalam 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia, kita semakin optimis akan perkembangan pariwisata di wilayah ini," ujar Andri Nourman.

"Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari kerja keras seluruh masyarakat dan pengelola desa wisata. Kita berharap ke depannya, Desa Jaboi dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas destinasi wisatanya sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," tutup Andri Nourman.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved