PON 2024

Pelayan Cafe Tampan di Pidie Sumbang Medali Emas Cabor Muaythai untuk Aceh pada PON 2024

Zulfahmi bin Abubakar (22), pemuda tampan asal Keramat Luar Kota Sigli, Pidie, memiliki falsafah hidup yang penuh optimisme. 

Editor: Amirullah
sosial budaya media center PON XXI Aceh-Sumut
Zulfahmi foto bersama Ketua KONI Aceh dan Tarmizi A Hamid dari Media Center PON XXI. 

SERAMBINEWS.COM – Zulfahmi bin Abubakar (22), pemuda tampan asal Keramat Luar Kota Sigli, Pidie, memiliki falsafah hidup yang penuh optimisme. 

Pemuda ramah kelahiran tahun 2002 ini yakin bahwa usaha keras, disiplin dan doa akan memberikan dampak positif bagi masa depan seseorang dan menjadi pengubah nasib.

Atas dasar itu, Fahmi yang sehari-hari bekerja di sebuah warung kopi atau kafe di Kota Sigli memutuskan untuk berlatih dan kemudian ikut seleksi pada pertandingan cabang olahraga (cabor) Muaythai Seni Aerobic.

Fahmi mulai berlatih seni bela diri Muaythai sejak Desember 2017. 

Dia berlatih dengan serius sehingga pantas untuk ikut dalam pertandingan pada Kejurda Tahun 2018 di Takengon.

“Alhamdulillah, pada Kejuarda 2018 kami dapat juara II,” ujar Fahmi kepada Tarmizi A Hamid dan Hasan Basri M Nur dari Media Center PON XXI Aceh - Sumut 2024 usai konferensi pers di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Rabu (11/09/2024).

Pada PON XXI 2024 Zulfahmi mewakili Aceh untuk cabor Muaythai Seni Aerobic. 

Baca juga: Hasil Pertandingan Pacuan Kuda PON 2024: Jakarta Dominasi di Semua Race pada Hari Kedua

Fahmi berpasangan dengan Nanta (Mahasiswa FKH Universitas Syiah Kuala) dan Irfandi (alumnus FKIP Olahraga Universitas Syiah Kuala).

“Alhamdulillah, pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 kami mendapatkan medali emas,” ujar Fahmi didampingi Kamaruddin Abubakar, Ketua KONI Aceh, dalam konferensi pers yang digelar Media Center PON XXI.

Zulfahmi dilahirkan di Desa Keramat Luar, Kota Sigli, pada 25 Mei 2022. Dia menamatkan SMK Sigli Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Tahun 2021. Sebelumnya dia duduk di bangku SMP Tijue dan MIN Kota Sigli.

Terlahir dari keluarga pas-pasan secara ekonomi membuat Fahmi harus bekerja usai tamat SMK. 

Dia menghabiskan masa muda dengan menjadi pelayan Café Check Inn di Kota Sigli. 

Kebetulan pemilik café tempat ia bekerja berhati mulia. Fahmi diizinkan untuk latihan secara mandiri dan tak mengganggu pekerjaanya.

Abubakar (70), ayah Fahmi, saat ini tidak lagi bekerja karena faktor usia yang kian lanjut. Di masa muda, ayahnya bekerja sebagai buruh bongkar muat di Sigli.

Fahmi adalah anak bungsu dari enam bersaudara. 

Baca juga: Raih Emas PON 2024, Atlet Hapkido Aceh Yulianto Sumbangkan Sebagian Hadiah ke Panti Asuhan

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved