Salam
Pencegahan Penyakit Harus Serius di Bireuen
Untuk itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam mengendalikannya, sehingga kondisi itu tidak semakin meningkat.
Kawasan Kabupaten Bireuen termasuk salah satu daerah di Aceh yang memiliki catatan tingginya berbagai jenis penyakit, baik itu penyakit menular maupun tidak. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam mengendalikannya, sehingga kondisi itu tidak semakin meningkat.
Kerjasama dimaksud antara lain, dimulai dari masyarakatnya sendiri, yakni harus lebih rajin mendatangi pusat layanan kesehatan apabila ada gejala penyakit tertentu. Juga harus memeriksa diri secara rutin kepada dokter, temasuk menyangkut penyakit yang tidak menular sekalipun.
Sebab, apabila seseorang sudah terkena penyakit kronis, maka kondisi itu akan sangat menggangu kehidupan keluarganya. Bayangkan setiap hari harus berurusan dengan rumah sakit, padahal pada waktu yang bersamaan diwajibkan pula mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya.
Makanya, lebih baik melakukan pencegahan sedini mungkin daripada harus melakukan pengobatan setiap hari. Sebab, jika penyakit kronis sudah terkena di usia muda, maka kehidupan yang lebih baik akan sangat sulit dicapai, termasuk untuk menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi.
Sebelumnya diberitakan, data berbagai jenis penyakit menular dan tidak menular di Bireuen dari Januari hingga Agustus 2024 semakin mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengharapkan kerjasama dan dukungan semua pihak untuk mengatasinya.
Hal tersebut disampaikan Kadiskes Bireuen, dr Irwan, Rabu (18/9/2024) terkait upaya dan langkah dalam menangani dan mencegah berbagai penyakit. Adapun rekomendasi hasil pertemuan bersama, antara lain mengupayakan peningkatan imunisasi dasar pada anak, melakukan koordinasi dengan pemangku kebijakan dalam rangka pembuatan regulasi daerah terkait imunisasi, pencegahan, dan pengendalian penyakit.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penyakit difteri atau radang tenggorokan terdeteksi lagi di Bireuen. Berdasarkan data, jumlah suspek kasus difteri dari Januari sampai Agustus ada enam kasus, dari jumlah tersebut dua positif difteri dan pasiennya sudah sembuh keduanya.
Kemudian, capaian imunisasi di tahun ini hingga Agustus sangat rendah atau sekitar 6 persen lebih, sedangkan target imunisasi saat ini seharusnya sudah mencapai 66 persen. Data sementara jumlah balita usia 01-12 bulan yang perlu diimunisasi sebanyak 7.954 orang di seluruh Bireuen, namun dari jumlah tersebut yang sudah diimunisasi baru 469 orang atau sekitar 6 persen lebih.
Kondisi lainnya, jumlah penderita HIV/AIDS terus bertambah dibandingkan beberapa tahun lalu. Pada 2013 penderita hanya 10 orang, tahun 2014 bertambah 7 orang, dan tahun 2015 bertambah 12 orang lagi hingga tahun 2024 sudah mencapai 175 orang.
Untuk itu, sekali lagi, mari kita menjaga diri kita sendiri serta keluarga kita agar terhindari dari berbagai penyakit tersebut. Upaya pencegahan yang dilakukan secara rutin adalah jauh lebih penting daripada melakukan pengobatan di kemudian hari. Nah?
POJOK
Gagal di Papua, juara di Aceh, Fakhri Husaini antar Jatim raih emas
Kalau Aceh, dua-duanya gagal, kan mas?
Presiden Jokowi akan tutup PON XXI di Medan
Buka tutup sama dia, tak ‘lepas angin’ ya?
Sebanyak 12.000 bayi di Indonesia alami sakit jatung bawaan
Mungkin saat hamil ibunya gemar ikuti ‘turbulensi politik’ ya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Evaluasi-Intervensi-Spesifik-Stunting-di-Bireuen.jpg)