Perang Gaza
Amerika Sebut Pembunuhan Komandan Senior Hizbullah sebagai Hasil yang Baik
Dia adalah seseorang yang telah lama dijanjikan Amerika Serikat bahwa kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk diadili
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan Aqil memiliki “darah Amerika di tangannya dan memiliki hadiah untuk harga keadilan di kepalanya”.
Aqil telah dicari oleh AS selama bertahun-tahun karena dugaan perannya dalam pemboman Kedutaan Besar AS di Beirut tahun 1983 dan dalam menawan orang Amerika dan Jerman di Lebanon pada tahun 1980-an.
Baca juga: Israel Tahan Jenazah Dua Pejuang Hizbullah di Tengah Ketegangan di Perbatasan
Dia berada di bawah sanksi AS dan pada tahun 2023, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan hadiah hingga $7 miliar untuk informasi yang mengarah ke “identifikasi, lokasi, penangkapan, dan/atau hukumannya”.
“Dia adalah seseorang yang telah lama dijanjikan Amerika Serikat bahwa kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk diadili," kata Sullivan.
“Tahukah Anda, tahun 1983 sepertinya sudah lama sekali,” katanya.
“Namun bagi banyak keluarga dan banyak orang, mereka masih menjalaninya setiap hari.”(*)
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Komandan-Militer-Tertinggi-Hizbullah-Ibrahim-Aqil.jpg)