Berita Aceh Utara

SMA Negeri 1 Matangkuli Luncurkan Aplikasi Brithee, Tingkatkan Kedisiplinan GTK

Aplikasi ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Matangkuli. 

Editor: Nur Nihayati
IST
Aplikasi Brithee atau dalam pemberitahuan. 

Aplikasi ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Matangkuli

SERAMBINEWS.COM - SMA Negeri 1 Matangkuli sebagai salah satu sekolah penggerak di Provinsi Aceh terus menerus tiada henti melakukan inovasi pelayanan siswa di satuan pendidikannya. 

Terbaru pihak sekolah meluncurkan aplikasi Brithee atau dalam pemberitahuan. 

Aplikasi ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Matangkuli

Melalui aplikasi ini, guru diharapkan dapat memberitahukan ketidakhadirannya dalam proses belajar mengajar. Sehingga siapa pun dapat mengontrol keberadaan kelas yang harus tetap dilayani secara optimal.

“Aplikasi ini cukup sederhana, guru dan tendik kami jika tidak hadir tidak perlu memberitahukan ke WA group atau secara diam-diam kepada kepala sekolah. 

Manakala GTK tidak hadir, kami langsung mengisi di aplikasi yang berbentuk forms online, namun output dari aplikasi nantinya berupa Surat Keterangan Ketidakhadiran dan juga berupa spreadsheet yang tersusun rapi sesuai urutan tanggal. 

Melalui aplikasi ini, kami dapat mengontrol guru yang tidak hadir serta penggantinya siapa,” ujar Khairuddin, Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Junaida menambah aplikasi ini sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar.

“Aplikasi ini sangat membantu pelayanan optimal bagi peserta didik, artinya jika guru tidak hadir pendelegasian tanggungjawab pada kelas yang ditinggalkan tertata dengan baik. Sehingga tidak ada kelas kosong akibat guru tidak datang” Tutup Junaida, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

“Kita berharap ke depan aplikasi ini dapat kita kembangkan per kelas. Sasarannya bagi siswa yang tidak hadir. Orangtua atau wali siswa dapat mengisi aplikasi, mengabarkan ketidakhadiran siswa.

Agar valid disertai dengan geo-location dan foto selfie wali atau orangtua dengan siswa. Selain tentu saja kita masih menerima kedatangan orangtua yang mengabarkan anaknya tidak sekolah,” tutup Khairuddin (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved