Jumat, 10 April 2026

Kesehatan

Terungkap, Kabar Baik Buat Pecinta Teh dan Kopi, Rutin Ngopi Bisa Kurangi Risiko Sakit Ini

Sebuah studi baru mengaitkan konsumsi kafein dalam jumlah sedang memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai penyakit

Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Ilustrasi - Minum kopi 

 

Sebuah studi baru mengaitkan konsumsi kafein dalam jumlah sedang memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai penyakit

SERAMBINEWS.COM -Sebagaian besar orang menyisihkan waktu bersantai dengan meneguk kopi.

Hal ini sangat menjamur sehingga warun kopipun jarang sepi.

Minum kopi menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat.

Ada kabar baik bagi pecinta kopi dan teh.  Sebuah studi baru mengaitkan konsumsi kafein dalam jumlah sedang memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai penyakit kardio metabolik.

Seperti diabetes tipe dua, stroke, hingga penyakit jantung koroner.

Dilansir dari Health, temuan ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Endokrinologi Klinis & Metabolisme. 

Disebutkan bahwa orang yang minum sekitar tiga cangkir kopi atau teh sehari memiliki risiko 48 persen lebih rendah terkena dua atau lebih penyakit kardio metabolik, jika dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari satu cangkir sehari.

Hal ini diungkapkan oleh kata salah satu penulis utama studi tersebut, Chaofu Ke, PhD, seorang profesor madya di Departemen Epidemiologi dan Biostatistik di Universitas Soochow di Tiongkok, kepada Health .

"Temuan ini menyoroti bahwa mempromosikan asupan kopi atau kafein dalam jumlah sedang sebagai kebiasaan diet bagi orang sehat mungkin memiliki manfaat yang luas untuk pencegahan penyakit kardio metabolik," kata Chaofu. 

Bagaimana kafein memengaruhi kesehatan kardio metabolik?

Untuk menilai bagaimana kafein dapat memengaruhi kesehatan kardio metabolik, para peneliti menganalisis kebiasaan mengonsumsi kafein dari sekitar 360.000 orang berusia 37 hingga 73 tahun dari UK Biobank.

Penelitian ini menggunakan studi longitudinal besar yang mencakup data kesehatan anonim dari para peserta yang telah menyelesaikan kuesioner tentang konsumsi dan kebiasaan kafein mereka. 

Para peserta disebutkan tidak memiliki riwayat penyakit kardio metabolik saat studi dimulai.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved