Minggu, 19 April 2026

Kesehatan

Terungkap, Kabar Baik Buat Pecinta Teh dan Kopi, Rutin Ngopi Bisa Kurangi Risiko Sakit Ini

Sebuah studi baru mengaitkan konsumsi kafein dalam jumlah sedang memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai penyakit

Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Ilustrasi - Minum kopi 

Para ilmuwan mengamati konsumsi kafein dan apakah peserta telah mengembangkan penyakit kardio metabolik.

Tim menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sekitar 200 hingga 300 miligram (mg) kafein sehari memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardio metabolik dibandingkan dengan orang yang minum kurang dari 100 mg sehari.

Peserta yang memilih kopi sebagai minuman berkafein pilihan memiliki risiko terendah, dengan penurunan sekitar 50 persen. 

Sebagai perbandingan, mereka yang mengonsumsi kopi dan teh sekitar 40 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kondisi kesehatan kardio metabolik.

Para peneliti juga menemukan bahwa kafein tampaknya tidak memiliki efek negatif pada kesehatan kardio metabolik pada 4 persen orang yang mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein

Baik dari kopi atau teh atau keduanya. 

Para peneliti tidak sepenuhnya yakin mengapa kafein dapat meningkatkan kesehatan kardio metabolik. 

Namun, Chaofu  mengatakan bahwa asupan kafein harian dalam jumlah sedang dapat mengatur kadar metabolit tertentu. 

Senyawa yang diproduksi saat tubuh memecah makanan dan cairan, yang terkait dengan penyakit kardio metabolik, seperti lipid tertentu.

Para penulis menunjukkan beberapa keterbatasan penelitian tersebut.

Termasuk bahwa penelitian tersebut mengevaluasi kafein sebagai bahan dalam kopi atau teh tetapi tidak pada minuman berkarbonasi dan minuman berenergi. 

Selain itu, penelitian tersebut hanya menemukan hubungan antara asupan kafein sedang dan risiko penyakit kardio metabolik yang lebih rendah tetapi tidak membuktikan hubungan sebab akibat.

“Penelitian di masa mendatang diperlukan untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang jalur dari asupan kafein hingga metabolit yang beredar dan kemudian ke penyakit kardio metabolik,” tambah Chaofu. 

Di sisi lain, ia mengingatkan bahan tambahan seperti gula, pemanis buatan, atau krim kocok.

Semua bahan tambahan ini dapat meningkatkan kalori dan karena itu dapat meningkatkan risiko terkena kondisi kardio metabolik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved