Kamis, 7 Mei 2026

Kesehatan

Bahaya Makanan Dibungkus Kardus dan Plastik, Mengandung Bahan Kimia, Bisa Sebabkan Kanker Payudara

Bahan kimia ini, yang sering kali tidak terdeteksi oleh konsumen, dapat berkontribusi pada risiko kesehatan yang serius, termasuk kanker payudara.

Tayang:
Editor: Amirullah
keluargakokoh.com
Makanan dalam kantong plastik. 

SERAMBINEWS.COM  - Sebuah penelitian terbaru dari Food Packaging Forum mengungkapkan adanya 200 bahan kimia dalam kemasan makanan yang berpotensi menyebabkan kanker payudara.

Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak akan tindakan pencegahan untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Para peneliti mengidentifikasi berbagai bahan kimia berbahaya yang umum digunakan dalam kemasan makanan, seperti kardus, plastik pembungkus, dan bahan plastik lainnya.

Bahan kimia ini, yang sering kali tidak terdeteksi oleh konsumen, dapat berkontribusi pada risiko kesehatan yang serius, termasuk kanker payudara.

Dalam laporan mereka, peneliti menekankan pentingnya pengurangan penggunaan bahan kimia tersebut dalam produk sehari-hari. 

Kekhawatiran tentang keamanan kemasan makanan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya bukti yang menunjukkan dampak buruk bahan kimia pada kesehatan.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panggilan bagi pembuat kebijakan untuk memperketat regulasi terkait bahan kimia dalam kemasan makanan demi melindungi konsumen.

Dengan banyaknya produk yang terpapar bahan kimia ini, langkah-langkah pencegahan yang tepat menjadi sangat penting untuk memastikan kesehatan masyarakat dan mengurangi risiko penyakit yang dapat timbul akibat paparan jangka panjang.

Diterbitkan dalam Frontiers of Toxicology, penelitian tersebut melaporkan bahwa 143 bahan kimia yang ditemukan dalam plastik dan 89 bahan kimia dalam kardus dikaitkan dengan perkembangan kanker payudara.

Bahan kimia yang ditemukan dalam kemasan makanan ini termasuk PFA, bisfenol, dan ftalat - yang sudah dianggap berbahaya oleh para peneliti.

PFA dijuluki "bahan kimia abadi" karena tidak mudah terurai.

Pada awalnya, bahan kimia ini sulit terurai dan kemudian menumpuk di dalam tubuh seiring waktu.

"Studi ini penting karena menunjukkan adanya peluang besar untuk pencegahan paparan manusia terhadap bahan kimia penyebab kanker payudara ," kata Jane Muncke, Direktur Pelaksana Food Packaging Forum dan salah satu penulis studi tersebut.

"Potensi pencegahan kanker dengan mengurangi bahan kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari masih kurang dieksplorasi dan memerlukan perhatian lebih," tambahnya.

Berfokus pada studi terkini, bukti menunjukkan paparan terhadap 76 karsinogen yang diduga penyebab kanker payudara dari bahan kontak makanan (FCM) di seluruh dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved