Breaking News

Opini

PON: Sebuah Simfoni Kebangkitan dan Harapan

Menjadi yang pertama di dua provinsi paling barat Indonesia, PON XXI mencatatkan sejarah gemilang dengan 66 cabang olahraga yang melibatkan 38 provins

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS
Rizal Fikri TA SPd I, Pelaksana pada Dinas Pendidikan Aceh 

Oleh: Rizal Fikri TA SPd I, Pelaksana pada Dinas Pendidikan Aceh

PEKAN Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh dan Sumatera Utara, yang berlangsung dari 8 hingga 20 September, menjadi perhelatan bersejarah yang sarat makna. Dengan keunikan Aceh yang kaya akan syariat Islam dan kearifan lokal Peumulia Jamee, mengundang para tamu merasakan pengalaman mendalam yang melampaui ekspektasi. 

Di tanah rencong, setiap detak jantung acara berirama dengan harmoni budaya dan spiritual, menciptakan atmosfer yang memikat dan menggugah jiwa. PON XXI lebih dari sekadar kompetisi, ini adalah perayaan warisan leluhur yang terukir dalam setiap sorak-sorai dan interaksi.

Menjadi yang pertama di dua provinsi paling barat Indonesia, PON XXI mencatatkan sejarah gemilang dengan 66 cabang olahraga yang melibatkan 38 provinsi, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Aceh, untuk pertama kalinya, menyuguhkan keindahan olahraga nasional, sementara Sumatera Utara kembali berperan sebagai tuan rumah setelah 71 tahun. Acara ini menjadi panggung bagi atlet untuk bersaing dan bersatu dalam semangat persaudaraan yang membara.

Pembukaan PON XXI oleh Presiden Jokowi di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada malam 9 September menjadi momen puncak. Ucapan “Teurimong Gaseh Aceh” menggema sebagai simbol harapan dan kebanggaan, menciptakan ikatan antara ribuan jiwa. Perayaan ini tidak hanya menyatukan atlet dan penonton, tetapi juga membawa harapan baru bagi masa depan olahraga di Indonesia, menjadikan setiap momen tak terlupakan dan berarti.

Sejak tahun 2018, perjalanan PON XXI Aceh telah digagas oleh lima gubernur, dimulai oleh Irwandi Yusuf dan dilanjutkan oleh Nova Iriansyah, Ahmad Marzuki, serta Bustami Hamzah, hingga akhirnya dibuka oleh Pj. Gubernur Safrizal. Meski banyak rintangan yang dihadapi, PON ini berhasil mencapai puncak kesuksesannya, menciptakan sejarah baru bagi Aceh dan Sumatera Utara. 

Dengan catatan prestasi luar biasa dan dampak ekonomi yang signifikan, PON XXI bukan sekadar acara olahraga, melainkan perayaan solidaritas dan keberhasilan yang akan tertulis indah dalam lembaran sejarah Indonesia.

Aceh menorehkan kesuksesan gemilang sebagai tuan rumah PON XXI, yang diikuti oleh 6.349 atlet. Event ini menampilkan 33 cabang olahraga, 43 venue, dan 515 nomor pertandingan yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota, mulai dari Banda Aceh hingga Aceh Tenggara. 

Dengan dukungan 8.330 personel keamanan, 695 tenaga medis, serta infrastruktur yang melibatkan 219 hotel dan 1.671 kendaraan, perhelatan ini berjalan lancar, menciptakan momen tak terlupakan bagi semua yang terlibat.

Dengan penuh syukur, Aceh meraih prestasi terbaik sepanjang sejarah PON, mengumpulkan 65 medali emas, 48 perak, dan 79 perunggu—total 192 medali. Meskipun berada di bawah juara bertahan seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta, keberhasilan ini menandai lonjakan signifikan bagi Aceh, yang sebelumnya terperangkap di papan tengah. 

Kini, tantangan yang lebih besar adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi dalam PON mendatang di NTT dan NTB, di mana pelatihan berkesinambungan menjadi kunci utama.

PON XXI 2024 juga melahirkan rekor-rekor mencengangkan, dengan 113 rekor baru yang dipecahkan, termasuk 85 rekor PON dan 28 rekor nasional. Cabang atletik, akuatik, angkat besi, dan menembak mencatatkan prestasi gemilang dengan kontribusi terbesar. Dengan pencapaian ini, PON XXI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebuah lembaran sejarah yang menegaskan kemajuan dan prestasi olahraga Indonesia di pentas dunia.

Setiap detak jantung acara ini mengalun dalam harmoni, menciptakan atmosfer yang memikat dan menggugah jiwa. PON XXI menjadi lebih dari sekadar pertandingan; ia menjadi sebuah perayaan yang mengalir dalam setiap langkah dan sorak-sorai, menjadikan setiap momen berharga dan tak terlupakan, membangun kenangan yang akan dikenang selamanya.

Selama PON XXI 2024, Aceh mencatatkan perputaran uang yang mengesankan, dengan total transaksi perbankan mencapai Rp 8,65 triliun. Dari jumlah tersebut, penarikan tunai melalui ATM dan CRM mencapai Rp2,31 triliun, sementara transaksi melalui teller menembus angka Rp 6,34 triliun. 

Setoran tunai yang masuk mencapai Rp7,96 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Transaksi elektronik juga berkontribusi signifikan, dengan total mencapai Rp15,45 miliar dan penggunaan QRIS melampaui Rp65,58 miliar, menegaskan bahwa Aceh bukan hanya menjadi tuan rumah olahraga, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang dinamis.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved