Kamis, 7 Mei 2026

Perang Israel vs Lebanon

Netanyahu Inginkan Kehancuran Lebanon Sama Seperti Hancurnya Jalur Gaza

Peringatan keras Netanyahu muncul saat militer Israel mengerahkan lebih banyak pasukan ke Lebanon dan memerintahkan warga di wilayah pesisir selatan,

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Al Jazeera
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Lebanon bisa menghadapi kehancuran seperti Gaza. 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Lebanon bisa menghadapi kehancuran seperti Gaza. 

Ia juga mengklaim Hizbullah lebih lemah daripada sebelumnya selama bertahun-tahun.

"Anda memiliki kesempatan untuk menyelamatkan Lebanon sebelum terjerumus ke jurang perang panjang yang akan mengakibatkan kehancuran dan penderitaan seperti yang kita lihat di Gaza," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video, yang ditujukan kepada rakyat Lebanon.

Peringatan keras Netanyahu muncul saat militer Israel mengerahkan lebih banyak pasukan ke Lebanon dan memerintahkan warga di wilayah pesisir selatan, dan di wilayah pinggiran selatan ibu kota Beirut, untuk mengungsi.

230 target Hezbullah dan Hamas diserang dalam sehari terakhir

Militer Israel melaporkan tentaranya telah terlibat dalam pertempuran darat jarak dekat di Lebanon dan Jalur Gaza pada hari lalu.

Baca juga: Israel Lakukan Pembantaian Massal untuk Kosongkan Gaza Utara, Puluhan Ribu Warga Palestina Terjebak

Sementara jet tempur dan pesawat tak berawak menjatuhkan banyak bom di kedua wilayah tersebut.

Angkatan udara menyerang sekitar 185 target Hezbollah dan 45 target Hamas termasuk gedung, peluncur roket, dan pesawat tempur. 

Angkatan udara juga merilis rekaman udara serangan udara di Lebanon.

Israel Kepung Tiga Rumah Sakit di Gaza Utara: Bawa Pergi Pasien, atau Dibom

Rezim pendudukan Israel mengancam tiga rumah sakit di Jalur Gaza utara agar mengevakuasi semua tenaga medis, pasien, dan individu serta keluarga yang mengungsi.

Sementara serangan biadabnya terus berlanjut, terutama yang menyasar kelompok paling rentan. 

Kamal Adwan, Al-Awda, dan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, yang menampung dan merawat sedikitnya 700.000 warga Palestina, termasuk ribuan pasien kritis dan sejumlah besar wanita, anak-anak, dan orang tua, telah menerima panggilan ancaman dari pasukan pendudukan Israel untuk mengevakuasi tempat tersebut.

Jika mereka tetap berada di area rumah sakit, IOF memperingatkan bahwa semua individu akan menjadi sasaran langsung dan berada di bawah pemboman Israel. 

Militer pendudukan Israel telah mendeklarasikan Gaza utara sebagai zona militer, mengintensifkan pemboman dan invasi ke kota-kotanya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved