Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Tengah

Satu Keluarga Meninggal Tertimbun Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Ibu dan kedua anak diduga terbawa material tanah hingga ke depan rumah dan saat ditemukan terbalut dalam selimut. Karyadi, Sekretaris Desa Ramung Ara

Editor: mufti
(insert).
PENCARIAN KORBAN - Proses pencarian korban yang tertimbun longsor di Kampung Ramung Ara, Kecamatan Celala, Aceh Tengah, Rabu (9/10/2024). Almarhum Caisar Sofian (28), Putri Amanda (26), dan dua anak mereka; Sofia Putri (10) serta Ghibran Naufa (5), berfoto di depan rumah yang mereka tempati 

Ibu dan kedua anak diduga terbawa material tanah hingga ke depan rumah dan saat ditemukan terbalut dalam selimut. Karyadi, Sekretaris Desa Ramung Ara

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Desa Ramung Ara, Kecamatan Celala, Aceh Tengah,  mengakibatkan empat orang dalam satu keluarga meninggal dunia.

Caisar Sofian (28), Putri Amanda (26), dan dua anak mereka; Sofia Putri (10) serta Ghibran Naufa (5), tertimbun tanah longsor  pada Selasa malam (8/10/2024) sekitar pukul 22.20 WIB. Korban meninggal merupakan satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan dua anak. 

Bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi di dua lokasi berbeda di Kecamatan Celala, mengakibatkan kerusakan material dan korban jiwa. Di Kampung Ramung Ara, Kecamatan Celala, longsor menutup akses jalan Pepalang-Berawang Gading di beberapa titik, yang menghambat lalu lintas warga.

Sejak Selasa malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menurunkan dua unit alat berat, yaitu satu unit ekskavator dan satu unit wheel loader untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

Pada Rabu pagi (9/10/2024) sekitar pukul 07.25 WIB, dua korban berhasil ditemukan oleh tim SAR dan BPBD. Korban pertama yang ditemukan adalah pasangan suami istri. Selanjutnya, dua anak mereka juga berhasil ditemukan. Keempat korban meninggal dunia kemudian dievakuasi ke RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi kejadian. "Proses pembersihan jalan dari material longsor serta evakuasi warga yang terdampak masih berlangsung," kata Aandalika, Rabu (9/10/2024).

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca yang masih berpotensi menyebabkan bencana susulan. Sementara itu, banjir bandang terjadi di Kampung Arul Gading, Kecamatan Celala, membawa material lumpur dan tanah ke dalam rumah-rumah warga. Akibatnya, beberapa Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi dan kini ditampung di Meunasah Kampung Arul Gading. 

Dalam balutan selimut

Istri Caisar dan kedua anaknya ditemukan dalam balutan selimut di depan rumah korban.  "Ibu dan kedua anak diduga terbawa material tanah hingga ke depan rumah dan saat ditemukan terbalut dalam selimut,” jelas Karyadi, Sekretaris Desa Ramung Ara. Semua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon untuk penanganan lebih lanjut.(rm)

Malam Terakhir Caisar Melepas Lelah

Suara gemericik hujan malam yang biasanya membawa ketenangan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi sebuah keluarga kecil di Kampung Ramung Ara, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.  Caisar Sofian (28), Putri Amanda (26), dan dua anak mereka; Sofia Putri (10) serta Ghibran Naufa (5), menghabiskan malam terakhir bersama di bawah atap rumah sewaan mereka sebelum longsor menghancurkan segalanya. Malam itu, Selasa (8/10/2024), keluarga kecil ini tertidur lelap usai menjalani hari yang melelahkan. 

Caisar dan Putri, pasangan suami istri asal Aceh Tenggara, sudah lebih dari dua tahun mengadu nasib di Aceh Tengah sebagai buruh lepas.  Setiap harinya, mereka bekerja di kebun orang lain; memetik kopi, cabai, atau bekerja di sawah demi mencukupi kebutuhan hidup. Namun, hujan deras yang mengguyur malam itu tak hanya membasahi tanah, tapi juga membawa keluarga ini bertemu sang pencipta-Nya.

Sekitar pukul 22.25 WIB, tanah di belakang rumah mereka longsor, menghancurkan rumah sewaan mereka dan menimbun keluarga kecil tersebut di bawah puing-puing material longsor. 

Caisar Sofian, Putri Amanda, Sofia Putri, dan Ghibran Naufa, semuanya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Sofia Putri, anak pertama mereka yang masih berusia 10 tahun, seharusnya menjalani hari-hari ceria sebagai siswa kelas dua di SD Kampung Ramung Ara. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved