Kajian Islam
Hadirkan Para Pakar, Tastafi Kaji Pemimpin yang Ideal Menurut Islam
“Peran Pemimpin dalam Mewujudkan Generasi Islami yang Cerdas, Berbudaya, dan Bermartabat serta Berdaya Saing di Era Modern”
Ada empat hal yang perlu diperhatikan dari calon pemimpin. Pertama, karakter. Pemimpin harus memiliki karakter yang tidak mengistimewakan kerabat dan keluarga dibandingkan masyarakat.
“Karakter seperti ini tidak boleh hidup dalam kepemimpinan,” tegasnya.
Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan menjadi unsur penting dalam meningkatkan ekonomi dan kemajuan daerah.
Selama pendidikan meningkat, masalah kemiskinan akan teratasi, dan masyarakat akan semakin sadar dalam memilih pemimpin yang tepat.
Ketiga, menjaga budaya lokal. Di Aceh ada kearifan lokal yang sudah ada dan dipertahankan oleh leluhur masyarakat Aceh, yang sesuai dengan nilai islami. Pemimpin harus mampu melestarikan budaya daerah.
Keempat, menyesuaikan teknologi dengan budaya. Teknologi tidak boleh membuat masyarakat bergeser dari budaya dan nilai Islam.
Sebaliknya, teknologi harus dikolaborasikan dan dijadikan alat untuk meningkatkan kompetensi diri serta pembangunan daerah.
Baca juga: Pocut Baren, Pemimpin Pasukan Gerilya dan Penyair di Masa Perang Aceh
Calon Bupati Aceh Besar ini menegaskan bahwa jika pemimpin memperhatikan keempat hal tersebut dan menjaga komunikasi dengan masyarakat, maka akan sukses memimpin daerah.
Komunikasi dengan masyarakat sangat penting untuk menggali aspirasi, menemukan persoalan, dan mencari solusinya.
“Jika empat konsep ini dipelihara, akan sukses memimpin daerah,” jelasnya.
Terakhir, katanya, tidak ada sesuatu yang instan di bumi ini. Semua butuh proses. Nikmati prosesnya, insya Allah kalian akan sampai pada masanya.
Sedangkan Dr. Tgk. H. Teuku Zulkhairi, M.A., menyatakan bahwa kepemimpinan dalam Islam merupakan amanah yang sangat berat. Pemimpin bertugas membawa masyarakat menuju kebaikan dunia dan akhirat.
Pemimpin juga berperan sebagai pemandu peradaban, yang harus memiliki visi keilmuan dan ketakwaan untuk membangun generasi berbudaya dan mampu bersaing.
“Rusaknya rakyat karena rusaknya para pemimpin, dan rusaknya pemimpin karena rusaknya ulama,” ujar Tgk. Zulkhairi mengutip kalam hikmah Imam Al-Ghazali.
Dalam dunia pendidikan, menurut Sekjen ISAD ini, pemimpin memiliki peran penting dalam mengembangkan sistem pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Islam, menjadikan ilmu agama dan ilmu dunia sebagai satu kesatuan.
| Menemukan Uang di Jalan, Langsung Ambil atau Sedekahkan? Ini Jawaban Buya Yahya |
|
|---|
| Kloter Pertama Tiba, Haruskah Pulang Haji Dipanggil Pak Haji dan Bu Hajjah? Ini Kata Buya Yahya |
|
|---|
| Suami Berutang kepada Istri yang Meninggal, Apakah Otomatis Lunas? Buya Yahya Beri Penjelasan |
|
|---|
| Dapat Daging Kurban Banyak saat Idul Adha, Bolehkah Dijual? Buya Yahya Beri Penjelasan |
|
|---|
| Bolehkah Pasutri Berhubungan di Hari Tasyrik? Buya Yahya Tegaskan Hukumnya, Banyak yang Salah Paham |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengajian-tastafi-2610204.jpg)