Jumat, 10 April 2026

Berita Lhokseumawe

Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi Aceh dan Kadin Bahas Maraknya PHK, Sepakat Bentuk JIVok

Pembahasan tersebut berlangsung dalam dialog publik selama dua hari pada 1-2 November 2024, di Hotel Rasamala, Banda Aceh.

|
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Aceh bersama Kadin kabupaten/kota serta perusahaan swasta membahas soal Jaringan Industri dan Vokasi (JIVok) sebagai solusi menyikapi maraknya PHK dan kebangkrutan sejumlah perusahaan besar nasional dalam dialog publik pada 1-2 November 2024, di Hotel Rasamala, Banda Aceh. 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Aceh bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari delapan kabupaten/kota di Aceh, serta enam perusahaan swasta membahas soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kebangkrutan sejumlah perusahaan besar nasional.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam dialog publik selama dua hari pada 1-2 November 2024, di Hotel Rasamala, Banda Aceh.

Kegiatan itu diadakan PTV Aceh yang diketuai oleh Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dan beranggotakan Politeknik Aceh, Politeknik Aceh Selatan, serta Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat.

Dalam dialog publik kebijakan bersama itu, pemangku kepentingan daerah sepakat dibentuk Jaringan Industri dan Vokasi (JIVok) Aceh sebagai salah satu solusinya.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Konsorsium PTV Aceh dengan delapan Kadin kabupaten/kota di Aceh serta enam perusahaan swasta.

Penandatanganan MoU ini menandakan komitmen bersama untuk memajukan dunia pendidikan vokasi di Aceh.

Diharapkan ke depan JIVok dapat menjawab tantangan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri yang dinamis.

“JIVok Aceh lebih dari sekadar sebuah konsep, ia merupakan sebuah inovasi strategis yang bertujuan untuk membangun jembatan yang kokoh antara lembaga pendidikan vokasi dan sektor industri,” ujar Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi PNL, Muhammad Arifai, SE, MAcc.AK, CPPT, CIFRS yang juga Ketua Program Fasilitasi Kemitraan 2024.

JIVok Aceh, terang Muhammad Rifai, adalah langkah krusial dalam mengatasi ketidakcocokan antara kualitas pendidikan vokasi dan tuntutan industri yang terus berubah.

Dengan terwujudnya jaringan ini, ke depan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung kolaborasi yang sinergis.  

Kedua pihak dapat saling mendukung dalam pengembangan kompetensi dan keterampilan yang relevan.

“Ini akan menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya siap pakai, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan masyarakat Aceh secara berkelanjutan,” jelas Arifai.

Pembentukan JIVok Aceh muncul di tengah tantangan ketenagakerjaan yang kompleks.

Ditandai dengan maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kebangkrutan sejumlah perusahaan besar nasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved