Perang Israel vs Lebanon
Drone Israel Serang Pasukan PBB di Lebanon, UNIFIL Konfirmasi Lima Tentara Terluka
PBB mengingatkan semua pihak untuk menghindari tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian atau warga sipil, dan menambahkan bahwa perbedaan
SERAMBINEWS.COM - UNIFIL telah merilis pernyataan mengenai serangan Israel di pinggiran Sidon di Lebanon.
Dikatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian yang “baru tiba” berada di sekitar serangan pesawat tak berawak, yang mengakibatkan lima dari mereka terluka.
Dikatakannya, pasukan penjaga perdamaian yang terluka dirawat oleh Palang Merah Lebanon di tempat dan mereka akan melanjutkan tugasnya.
PBB mengingatkan semua pihak untuk menghindari tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian atau warga sipil, dan menambahkan bahwa perbedaan pendapat harus diselesaikan di meja perundingan, bukan melalui kekerasan.
Akibat serangan itu beberapa mobil juga hancur dalam serangan pesawat tak berawak yang terjadi di pos pemeriksaan Awali.
"Itu penting karena ketika Israel mengeluarkan perintah evakuasi paksa, sering kali ia memerintahkan penduduk di wilayah tersebut untuk pergi ke utara Sungai Awali, dan sekarang ia justru mengebom jalur kehidupan vital di luar selatan," kata wartawan Aljazeera dalam laporannya, Kamis (7/10/2024).
Baca juga: Netanyahu Tuduh UNIFIL Jadi Tameng Manusia, Desak PBB Tarik Pasukan dari Selatan Lebanon
Pengeboman tadi malam juga merupakan insiden yang sangat serius bagi Lebanon dan pemerintah.
Hanya satu maskapai penerbangan, MEA, yang saat ini terbang masuk dan keluar dari Bandara Internasional Beirut-Rafic Hariri.
Sebagian besar maskapai penerbangan lainnya telah menghentikan operasinya dan tidak akan kembali untuk sementara waktu.
Justru karena alasan ini, mereka khawatir bandara akan terkena dampak, karena jika terkena dampak, bandara akan ditutup.
Apa itu UNIFIL?
Berikut beberapa fakta singkat tentang UNIFIL:
UNIFIL, serta pengamat teknis tak bersenjata yang dikenal sebagai UNTSO, telah lama ditempatkan di Lebanon selatan untuk memantau permusuhan di sepanjang garis demarkasi, yang dikenal sebagai Garis Biru , antara Lebanon dan Israel.
Sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian bertugas memantau gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel.
UNIFIL didirikan pada tahun 1978 untuk memantau penarikan pasukan Israel setelah mereka menginvasi Lebanon sebagai balasan atas serangan Palestina.
| Pemimpin Hizbullah Nyatakan Kemenangan Melawan Israel |
|
|---|
| Netanyahu Perintahkan Militer Bersiap Hadapi Perang Sengit di Lebanon jika Gencatan Senjata Bubar |
|
|---|
| Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah tidak akan Bertahan Secara Permanen |
|
|---|
| Gencatan Senjata Sudah Dimulai, Israel Larang Warga Sipil Lebanon Kembali ke Rumah |
|
|---|
| Hizbullah Gagal Hentikan Genosida di Gaza |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/UNIFIL-8h.jpg)