Senin, 13 April 2026

Info Singkil 

STAIN Meulaboh Lakukan Penguatan Nilai Moderasi Keagamaan bagi Mualaf di Aceh Singkil 

Sasaran pengabdian fokus kepada kelompok mualaf dalam binaan Lembaga Pembinaan Mualaf Center (LPMC) NU Aceh Singkil yang selama ini dipimpin oleh Usta

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen dan mahasiswa STAIN Meulaboh usai melakukan pembinaan kepada mualaf Lembaga Pembinaan Mualaf Center (LPMC) NU Aceh Singkil, Sabtu (9/11/2024). 

Laporan Dede Rosadi l Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Dosen dan mahasiswa jurusan dakwah dan komunikasi Islam STAIN Meulaboh, melakukan pengabdian di Aceh Singkil dan Subulussalam, yang merupakan wilayah perbatasan Aceh. 

Kegiatan ini dalam rangka memberikan pembinaan spiritual, penguatan nilai moderasi keagamaan dan nilai keislaman bagi para mualaf di daerah tersebut.

Kemudian sebagai bentuk dukungan pembinaan agama Islam yang mungkin masih terbatas di kalangan mualaf.

Sasaran pengabdian fokus kepada kelompok mualaf dalam binaan Lembaga Pembinaan Mualaf Center (LPMC) NU Aceh Singkil yang selama ini dipimpin oleh Ustadz Jaini Saleh.

Para mualaf diberikan pendalaman ajaran Islam, mulai dari pelatihan doa, tata cara ibadah, hingga pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai seorang Muslim.

Selain itu, penguatan nilai moderasi diberikan untuk membantu mualaf dalam memahami nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Dr Muhajir Al-Fairusy sekalu koordinator pengabdian STAIN Meulaboh, sampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat, kelompok mualaf di Singkil dan Lembaga LPMC NU.

"Kami berkomitmen terus mendampingi saudara-saudara kita yang baru memeluk Islam, memberikan mereka pemahaman yang lebih dalam mengenai agama ini, serta membantu mereka dalam proses integrasi dan adaptasi dalam kehidupan baru mereka," ujarnya.

Kegiatan itu juga melibatkan beberapa lembaga keagamaan lokal seperti Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Singkil dan dinas yang berkaitan untuk memberikan ceramah dan motivasi bagi para mualaf.

Sehingga mualaf lebih yakin dan mantap dalam menjalani kehidupan baru sebagai seorang Muslim. 

Dukungan psikologis dan sosial juga diberikan agar mualaf merasa diterima sepenuhnya oleh komunitas Muslim setempat.

Dukungan kepada Mualaf di wilayah perbatasan Aceh, sangat diperlukan. 

Lantaran sebagai daerah perbatasan memiliki tantangan tersendiri dalam hal pembangunan sosial dan ekonomi. 

Banyak masyarakat di daerah tersebut masih membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal pendidikan agama dan pemahaman Islam yang komprehensif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved