Selasa, 14 April 2026

Berita Banda Aceh

Ternyata Syiah Pernah Berkembang di Aceh Selama Lebih 450 Tahun, Ini Hasil Penelitian Prof Husaini

Prof Dr Husaini MA mengungkapkan, ternyata Syiah pernah berkembang di Aceh selama lebih dari 450 tahun sebelum kemudian paham Ahlussunnah Waljamaah

Penulis: Sara Masroni | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Guru Besar Bidang Ilmu Arkeologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USK, Prof Dr Husaini MA saat orasi ilmiah dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Pengukuhan Guru Besar di Gedung AAC Dayan Dawood kampus setempat, Rabu (13/11/2024). 

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Guru Besar Bidang Ilmu Arkeologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Husaini MA mengungkapkan, ternyata Syiah pernah berkembang di Aceh selama lebih dari 450 tahun sebelum kemudian paham Ahlussunnah Waljamaah masuk ke Aceh.

Hal itu disampaikannya saat orasi ilmiah berjudul "Dari Lamuri ke Kampung Pande hingga Nusantara: Analisis Perkembangan Islam Berdasarkan Bukti Arkeologi" dalam Sidang Terbuka Senat Akademik USK, Pengukuhan Guru Besar di Gedung AAC Dayan Dawood kampus setempat, Rabu (13/11/2024).

"Lamuri (kerajaan) beralih ke Islam di bawah Maharaja Lam Teuba yang beraliran Syiah, beliau menerima Islam dari pendakwah seorang Arab yang datang ke Lamuri tahun 754 masehi," ungkap Prof Husaini dalam orasi ilmiahnya yang disaksikan rektor dan segenap senat USK.

"Mulai dari beliau Islam Syiah tumbuh dan berkembang di Lamuri hingga raja ke-18 yang bernama Maharani Putro Ti Seuno. Jadi, tidak heran kalau di Aceh sekarang budaya Syiah tumbuh dan berkembang, karena hampir 450 tahun lebih di Aceh dulu telah tumbuh dan berkembang Syiah," tambahnya.

Baca juga: Arkeolog Malaysia Harapkan Situs Lamuri di Aceh Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Kemudian Dinasti Poliang berakhir ditandai dengan perkawinan Putto Ti Seuno dengan Johan Syah yang kemudian menjadi Sultan Alaidin Johan Syah, Raja Kerajaaan Lamuri Islam Ahlusunnah Waljamaah yang pertama tahun 1205-1235 M.

"Dari sinilah muncul cikal bakal kerajaan Aceh yang dimiliki dengan Dinasti Alaidin," jelas Prof Husaini.

Diketahui Prof Husaini bersama tiga guru besar lainnya yakni Prof Dr Drs Bahrun MPd pada Bidang Ilmu Dasar-dasar Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prof Dr Suriani SE MSi pada Bidang Ilmu Ekonomi Moneter Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Prof Dr Srinita SE MSi pada Bidang Ilmu Usaha Mikro Kecil dan Menengah Fakultas Ekonomi dan Bisnis dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik USK di Gedung AAC Dayan Dawood kampus setempat, Rabu pagi.

Rektor USK, Prof Marwan mengatakan pihaknya bersyukur USK terus berkembang menuju world class university, sejumlah prestasi terus dicapai, baik dari inovasi riset maupun pertumbuhan jumlah guru besar di kampus tersebut.

Salah satunya Atsiri Research Center (ARC) atau Pusat Riset Nilam USK yang pada bulan ini mendapat penghargaan terkait inovasi di Barcelona, Spanyol.

"Capaian ini patut kita banggakan sebagai bukti nyata pengabdian terhadap masyarakat," kata Prof Marwan.

Baca juga: Lamuri Bangsa Camik Pertama di Aceh?

Pihaknya juga menyampaikan rasa syukur atas pertumbuhan jumlah profesor di USK. Dikatakannya, total jumlah guru besar di USK saat ini sebanyak 181 profesor atau 9,09 persen dari jumlah dosen secara keseluruhan dan Fakultas Teknik menjadi yang terbanyak jumlah guru besar yakni 44 profesor.

"Kita targetkan 10 persen profesor dalam waktu dekat. Mengingat 44 calon prof masih dalam pengusulan," kata Prof Marwan.

Rektor USK itu berpesan, para profesor termasuk yang dikukuhkan saat ini dapat berkontribusi bagi dunia pendidikan, daerah, bangsa dan negara. "Serta dapat mengangkat harkat martabat kampus ini baik di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya. (*)

 

Baca juga: VIDEO Tabrakan Maut di Peusangan Bireuen, Dua Orang Meninggal Dunia, Enam Luka-luka

Baca juga: Kapolri Mutasi dan Rotasi 55 Pati dan Pamen, 3 Orang Jadi Kapolda dan 4 Pensiun, Berikut Daftarnya

Baca juga: Perluas Akses Informsi Gampong, Pemkab Simeulue Latih 65 Jurnalis Desa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved