Kesehatan
dr Boyke: 70 Persen Penyebab Keguguran pada Wanita adalah Infeksi, Tidak Dianjurkan Minum Jamu?
Seksolog yang juga spesialis kandungan, dr Boyke Dian Nugraha mengungkap penyebab keguguran pada wanita hamil.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Seksolog yang juga spesialis kandungan, dr Boyke Dian Nugraha mengungkap penyebab keguguran pada wanita hamil.
Keguguran merupakan keadaan ketika berhentinya kehamilan sebelum embrio atau janin cukup berkembang untuk bertahan hidup.
Bagi sebagian wanita yang pernah mengalami keguguran, mereka rutin mengonsumsi jamu.
Jamu dianggap dapat kembali menyuburkan kandungan sehingga peluang terjadinya kehamilan selanjutnya lebih besar.
Namun ternyata, minum jamu setelah mengalami keguguran tidaklah dianjurkan.
Seksolog dr Boyke membagikan tips cara cepat hamil bagi pasangan yang sudah menikah.
Baca juga: Nanas Bisa Mencegah Kehamilan, Mitos atau Fakta? Seksolog dr Boyke Beri Penjelasan
Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube SONARA FM pada Jumat (15/11/2024), dr Boyke menerima pertanyaan dari seorang wanita yang mengaku sering mengalami keguguran, setelah itu, wanita ini rutin minum jamu.
"Kenapa ya dok, saya setelah mengalami keguguran susah banget punya anak lagi padahal saya sudah rajin minum jamu, solusinya seperti apa?," demikian pertanyaan wanita tersebut.
Menurut dr Boyke, wanita yang sering mengalami keguguran tidak dianjurkan minum jamu.
Sebaiknya, wanita yang sering mengalami keguguran dianjurkan untuk berkonsultasi pada dokter spesialis agar diketahui penyebab keguguran tersebut bukan minum jamu.
"Sering keguguran kok malah minum jamu, kita mesti cari sebabnya kenapa, apakah ada infeksi toksoplasma, apakah rahimnya terbalik," kata dr Boyke.
Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab keguguran pada wanita, mulai dari infeksi, gangguan hormonal hingga kelainan pada rahim.
Baca juga: Ini 5 Alasan Pria Mudah Melakukan KDRT kepada Wanita, dr Boyke : Tetap Tidak Bisa Dibenarkan
Itu sebabnya, wanita yang sering mengalami keguguran sebaiknya konsultasi pada dokter.
Nantinya dokter akan mencari tahu dan mengatasi penyebab keguguran tersebut.
"Tugas dokter itu seperti detektif, ketika seseorang sedang keguguran, dia (dokter) harus mencari kenapa ini?," sambungnya.
Namun dari semua penyebab itu, dr Boyke mengatakan kemungkinan besar penyebab terjadinya sering keguguran pada wanita hamil disebabkan oleh infeksi.
"Salah satunya, 70 persen penyebab dari pada keguguran adalah infeksi," ungkapnya.
Jika penyebabnya adalah infeksi, maka harus segera ditangani agar kehamilan selanjutnya tidak terjadi lagi keguguran.
"Jadi jangan minum jamu tapi berkonsultasi dengan dokter biar dicari penyebabnya, coba konsultasi, datanglah ke dokter sepesialis," pungkasnya.
Baca juga: Konsumsi Daging dan Sayur Bagi Pasutri Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Begini Penjelasan dr Boyke
Nanas Bisa Mencegah Kehamilan, Mitos atau Fakta? Seksolog dr Boyke Beri Penjelasan
Membahas tentang kesehatan reproduksi, kehamilan hingga edukasi seksual menjadi bahasan yang tabu di masyarakat bahkan masih banyak mitos yang menyelimutinya.
Padahal, dengan mengetahui fakta sebenarnya, akan lebih bermanfaat bagi banyak orang terutama perempuan.
Salah satu mitos yang kerap meliputi adalah perihalmengonsumsi nanas yang bisa mencegah hamil. Lantas bagaimana fakta sebenarnya?
Anggapan mengonsumsi nanas muda bisa mencegah hamil mungkin sudah sering kita dengar.
Dalam hal ini, dokter kandungan dan pakar seks kelahiran Bandung, dr Boyke mengatakan, anggapan nanas muda bisa mencegah hamil adalah mitos alias tidak benar.
"Pengen gak hamil pakai nanas muda, nanas muda mah buat ngerujak bukan buat mencegah kehamilan, ngaco! kamu belajar ilmu dari mana, itu ilmu sesat," kata dr Boyke.
Pasutri yang tak ingin langsung memiliki anak bisa mengunakan alat kontrasepsi saat berhubungan guna mencegah kehamilan, bukan dengan mengonsumsi nanas muda.
"Jadi kalau mau gak hamil ya pakai KB bukan pakai nanas muda ya," pungkas dr Boyke.
Lepas KB, Kapan Bisa Hamil Lagi?
Memasang alat kontrasepsi sering dilakukan oleh wanita yang sudah menikah untuk mencegah atau menunda kehamilan.
Meski demikian, adakalanya anda ingin menambah keturunan.
Sebagai upaya pertama, tentu Anda perlu lepas KB, tetapi apakah tindakan tersebut bisa langsung menyebabkan Anda hamil?
Kesempatan seseorang untuk langsung hamil setelah lepas KB tentu saja berbeda-beda. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya jenis KB yang digunakan.
Berbeda dengan kondom, penggunaan KB sebagai alat kontrasepsi dapat menunda kehamilan dengan cara memengaruhi sistem hormon.
Inilah alasan mengapa dibutuhkan beberapa waktu untuk mengembalikan masa subur wanita setelah pasang KB.
Selain itu, program Keluarga Berencana (KB) sendiri terdiri dari beberapa metode, mulai dari pil, suntik, hingga IUD. Setiap metode tentu memiliki cara kerjanya tersendiri.
Maka dari itu, Anda perlu mengetahui informasi lengkap mengenai metode KB yang Anda gunakan, termasuk apakah Anda bisa langsung hamil setelah lepas KB.
Terkait hal tersebut, seksolog dr Boyke memberikan penjelasan terkait kapan bisa hamil lagi setelah lepas KB.
Dikutip Serambinews.com dari akun TikTok Klinik Pasutri, dr Boyke mengatakan, semua itu tergantung jenis KB yang digunakan untuk menentukan kapan Anda bisa hamil lagi.
Baca juga: Berapa Usia Kehamilan Bisa Mengetahui Jenis Kelamin Janin via USG? Ini Jawaban dr Boyke Dian Nugraha
"Tergantung jenis KB yang digunakan untuk bisa menentukan kapan hamil lagi," ujar dr Boyke.
Salah satu alat kontrasepsi yang banyak digunakan wanita adalah pil KB.
Pada jenis pil KB pil, waktu yang dibutuhkan tubuh untuk kembali ovulasi normal setelah lepas pil KB terbilang lebih singkat dibanding jenis KB lainnya, yakni hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan untuk bisa hamil lagi.
"Kalau KB pil biasanya gangguan kesuburannya gara-gara KB itu sekitar dua-tiga bulan aja," sambung dr Boyke.
Jenis KB selanjutnya adalah KB spiral atau intrauterine device (IUD).
IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik dan berbentuk menyerupai huruf T.
Berbeda dengan pil yang harus diminum secara rutin, IUD perlu ditanamkan dalam rahim. Alat ini bisa digunakan selama 3–12 tahun.
Pada saat KB spiral atau intrauterine device (IUD) ini dilepas, umumnya wanita akan lebih cepat hamil lagi setelah KB tersebut dilepas.
"Kalau KB spiral, langsung dicopot, langsung bisa hamil," tegasnya.
Terakhir adalah jenis KB suntik, pada jenis KB ini memang akan mempengaruhi kesuburan sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk bisa hamil lagi setelah lepas KB karena tubuh harus mengembalikan hormon terlebih dahulu.
Pada beberapa orang bahkan setelah tidak lagi menggunakan KB suntik, untuk sementara waktu tidak mengalami menstruasi, kondisi ini bahkan mencapai enam bulan usai tidak menggunakan KB suntik.
"Kalau suntik, nah itu yang kadang-kadang agak lama, kalau suntik itu kan dia pengaruh hormonnya sedemikian rupa sehingga beberapa orang nggak menstruasi, jadi kadang-kadang sampai enam bulan setelah lepas suntik baru bisa hamil. Jadi semua itu tergantung dari semua jenis kontrasepsi yang digunakan," tambah dr Boyke.
Di samping itu semua, ada hal yang lebih penting lagi yang harus diperhatikan pasutri jika anda berniat menambah momongan.
Adapun hal penting tersebut menurut dr Boyke adalah, persiapan mental, fisik dan juga finansial sebelum merencanakan kehamilan.
"Artinya mental kamu siap nggak nih mau nambah anak, jangan smapai kamu kerepotan. Kedua siaplah secara finansial karena anak yang kedua dan ketiga juga butuh yang namanya keuangan dan diskusikan itu sama suami kamu sehingga kalian berdua betul-betul akan mendidik anak ini dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan baik," pungkas dr Boyke.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
Dr Zaidul Akbar Ungkap Rahasia Anti Peradangan: Cukup 1 Sendok Bisa Cegah Kanker hingga Autoimun |
![]() |
---|
8 Manfaat Minum Air Kayu Manis, Bagus untuk Kesehatan Wanita |
![]() |
---|
Bahan Makanan yang Direkomendasikan untuk Penderita Diabetes, Bantu Menjaga Gula Darah Stabil |
![]() |
---|
6 Menu Diet Sehat Tinggi Protein untuk Pertumbuhan Otot Anak, Penting Selama Masa Tumbuh Kembang |
![]() |
---|
Obesitas Bisa Hambat Kehamilan, dr Boyke Ingatkan Ibu untuk Jaga Berat Badan Ideal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.