DTHP USK dan KoPPKreaTif Kupas Teknologi Pangan Sederhana dan Aplikatif
Aceh punya banyak potensi daerah yang perlu mendapatkan sentuhan teknologi sederhana dan aplikatif.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Setelah sukses melaksanakan Seminar Nasional pada 29 Oktober 2024, Departemen Teknologi Hasil Pertanian (DTHP) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menghadirkan pemateri nasional dalam kegiatan kuliah umum dan pelatihan singkat.
Kali ini, DTHP USK berkolaborasi dengan Komunitas Pegiat Produk Kreatif dan Inovatif (KoPPKreaTif), membahas tentang teknologi pangan sederhana dan aplikatif untuk pengembangan potensi daerah, yang dilaksanakan pada 21-22 November 2024.
Ketua DTHP USK, Dr Ir Asmawati STP MSc menyambut gembira kegiatan tersebut, mengingat pentingnya teknologi pangan aplikatif dalam mendorong peningkatan kinerja UMKM dalam menghasilkan produk bermutu yang dapat bersaing dengan produk industri pangan skala besar.
“Aceh punya banyak potensi daerah yang perlu mendapatkan sentuhan teknologi sederhana dan aplikatif,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Dr Tjahja Muhandri STP MT selaku pemateri, mengupas topik ini dengan sangat menarik.
Peneliti di SEAFAST Center IPB, sekaligus Ketua Forum Coaching Clinic Industri Kecil Menengah (IKM) Pangan Indonesia ini menjelaskan tentang pentingnya sikap ikhlas bagi bagi seorang peniliti dalam melakukan riset.
“Untuk menghasilkan riset aplikatif, maka syarat pertama yang harus dimiliki oleh seorang peneliti atau dosen adalah ikhlas," katanya.
"Karena kemungkinan besar iuaran riset yang berbasis aplikatif sulit untuk menembus target publikasi jurnal, apalagi jurnal berindeks Scopus,"
"Tapi, riset aplikatif sangat berpeluang besar untuk berlanjut ke tahap hilirisasi produk,” tambah pemilik 14 HKI (hak kekayaan intelektual) granted ini.
Baca juga: Buya Yahya Ingatkan Jangan Sebarkan Berita Zina Orang Lain, Begini Sikap Bijak Jika Dengar Aib Itu
Baca juga: Irwandi: Siapa Bilang Mualem Tidak Sekolah?
Tjahja melanjutkan, untuk dapat melakukan riset aplikatif, peneliti harus bergaul dengan masyarakat, UMKM, maupun industri, lalu mengidentifikasi masalah dan selanjutnya menjawabnya dengan riset.
Tjahja mengaku, salah satu contoh permasalahan yang diidentifikasi dan berhasil dia carikan solusinya adalah kesulitan mencuci bahan baku jahe pada industi kecil.
Permasalahan ini menghasilkan inovasi berupa mesin pencuci jahe yang terinspirasi dari cara kerja mesin pencuci pakaian. Inovasi ini telah digunakan oleh salah satu industri minuman berbasis rempah yang ada di Indonesia.
“Ketika industri kecil tidak mampu melakukan investasi sterilisasi menggunakan retort boiler, maka sterilisasi menggunakan panci presto rumah tangga dapat menjadi alternatif,” ujar Tjahja.
“Dan ketika industri kecil sulit mendapatkan kemasan kaleng dan terkendala dengan biayanya yang mahal, maka dikembangkan modifikasi proses sterilisasi menggunakan panci presto dengan kemasan fleksibel,” tambahnya.
Cukup banyak identifikasi pemasalahan yang coba dicarikan solusinya oleh Tjahja dan telah digunakan oleh banyak pelaku usaha.
Departemen Teknologi Hasil Pertanian DTHP
DTHP USK
DTHP USK dan KoPPKreaTif
Teknologi Pangan Sederhana dan Aplikatif
| Harga BBM Nonsubsidi di Aceh Timur Naik Drastis, Pertamina Dex Tembus Rp 24.450 |
|
|---|
| Update Harga Emas di Aceh: Langsa Turun Rp100 Ribu, Lhokseumawe dan Banda Aceh Justru Naik |
|
|---|
| VIDEO - Pulang Kerja Disambut Sunyi, Istri Pergi Tinggalkan 3 Anak & Sepucuk Surat |
|
|---|
| Hafizh Asal Aceh Kecelakaan saat Menuju Pesantren Thursina IIBS Malang, Patah Tulang dan Pendarahan |
|
|---|
| Niat Kurban tapi Uangnya Pinjaman, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kuliah-Umum-dan-Pelatihan-Singkat.jpg)