Harga Emas
Harga Emas Dunia Turun Tajam, Imbas Genjatan Senjata Israel dan Hizbullah?
Harga emas mengalami penurunan tajam lebih dari 3% pada hari Senin (25/11/2024), mengakhiri reli lima sesi berturut-turut yang membawa harga emas
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM - Harga emas turun tajam lebih dari 3 persen pada Senin (25/11/2024), mengakhiri reli lima sesi berturut-turut yang membawa harga emas mencapai level tertinggi dalam hampir tiga minggu.
Dilansir dari kantor berita Reuters (26/11/2024), penurunan ini terjadi setelah beberapa faktor eksternal mempengaruhi sentimen pasar, termasuk laporan tentang potensi gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah, serta pengangkatan Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat oleh Presiden Donald Trump.
Emas dikenal sebagai aset yang aman (safe haven) di saat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Selama minggu lalu, harga emas sempat melesat hampir 6 persen karena meningkatnya ketegangan dalam konflik Rusia-Ukraina, yang mendorong para investor mencari perlindungan dalam emas.
Namun, beberapa faktor yang muncul pada awal pekan ini menyebabkan penurunan harga emas.
Pertama, laporan yang menyatakan bahwa Israel dan Hizbullah mungkin akan mencapai gencatan senjata mengurangi ketegangan di Timur Tengah, yang sebelumnya telah mendongkrak harga emas sebagai aset aman.
Selain itu, pengangkatan Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan AS dipandang oleh beberapa pelaku pasar sebagai tanda yang kurang negatif terkait potensi perang dagang, yang biasanya dapat meningkatkan permintaan untuk emas.
Daniel Ghali, seorang ahli strategi komoditas di TD Securities, menjelaskan bahwa Scott Bessent mungkin lebih bersikap moderat dalam masalah perang dagang, yang mengurangi premi risiko yang biasanya mengarah pada pembelian emas.
Di samping itu, kesepakatan gencatan senjata Israel-Hezbollah semakin mendorong harga emas turun, karena pasar merasa lebih optimis tentang stabilitas geopolitik.
Tidak hanya emas yang mengalami penurunan, logam mulia lainnya juga turut tertekan. Harga perak (silver) turun sebesar 3,3 persen menjadi $30,28 per ounce. Harga platinum juga mengalami penurunan sebesar 2,6 % , jatuh menjadi $938,57 per ounce, sementara paladium merosot 3,1 % ke level $977,94 per ounce.
Penurunan ini seiring dengan berkurangnya permintaan akan logam mulia sebagai tempat berlindung di tengah ketidakpastian.
Selain faktor geopolitik, para trader juga bersiap-siap untuk minggu yang penuh pengaruh dengan rilis beberapa data ekonomi penting.
Notulen dari pertemuan Federal Reserve (bank sentral AS) bulan November akan dirilis, yang diharapkan memberikan wawasan tentang arah kebijakan moneter AS ke depannya.
Selain itu, revisi data Produk Domestik Bruto (GDP) AS dan data PCE inti (Personal Consumption Expenditures) juga akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kondisi ekonomi dan kemungkinan arah suku bunga.
Peter Grant, seorang wakil presiden dan ahli strategi logam di Zaner Metals, mengungkapkan bahwa meskipun ia masih memperkirakan ada pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, beberapa pembicara dari Federal Reserve belakangan ini menunjukkan nada yang lebih hati-hati terkait kebijakan ke depan.
"Saya masih memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada bulan Desember, tetapi pembicara-pembicara Fed baru-baru ini mengambil nada yang lebih hati-hati menjelang 2025, yang bisa menjadi hambatan bagi emas," kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
| UPDATE Harga Emas Per Mayam di Aceh 20 April 2026: Abdya & Lhokseumawe Turun, Langsa Masih Tinggi |
|
|---|
| Harga Emas di Banda Aceh Kembali Stabil Hari, 20 April 2026 Dijual Tetap Segini Per Mayam |
|
|---|
| Emas Perhiasan di Aceh Timur Stagnan, Batangan Lokal dan Antam Turun |
|
|---|
| Emas 99,5 Persen Bertahan Rp8,8 Juta, Berikut Rincian Harga Emas di Langsa Edisi 20 April 2026 |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam 20 April 2026: di Logam Mulia Anjlok Rp44.000, Pegadaian Masih Rp3 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Emas-Jasa.jpg)