Perang Gaza

Utusan PBB: Kengerian di Gaza Terus Berlanjut tanpa Ada Tanda-tanda akan Berakhir

Pasukan Israel telah mengintensifkan operasi di Gaza utara dalam beberapa minggu terakhir, dengan banyaknya korban yang jatuh dengan frekuensi yang me

Editor: Ansari Hasyim
Reuters
Pengungsi Palestina memeriksa tenda yang rusak setelah naiknya permukaan laut dan hujan lebat, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Khan Younis, bagian selatan Jalur Gaza, pada 25 November 2024. 

SERAMBINEWS.COM - Dewan Keamanan PBB telah mendengar penjelasan dari utusan perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland. 

Penjelasan itu merupakan penjelasan terakhir Wennesland kepada dewan karena mandatnya berakhir pada awal Januari.

Menurut Wennesland seperti dilansir Al Jazeera, situasinya tetap buruk di seluruh wilayah, dan seiring mendekatnya musim dingin, kengerian di Gaza terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda akan berakhir.

Pasukan Israel telah mengintensifkan operasi di Gaza utara dalam beberapa minggu terakhir, dengan banyaknya korban yang jatuh dengan frekuensi yang mengkhawatirkan. 

Ini termasuk serangan di Jabalia pada 10 November yang menewaskan 36 warga Palestina dan serangan lainnya di Beit Lahiya pada 16 November yang menewaskan sedikitnya 65 orang lainnya.

Pengiriman bantuan penting di seluruh Gaza terhenti dan kelangsungan hidup 2 juta orang berada di ujung tanduk.

Baca juga: Badai Hujan Membanjiri Tenda-tenda Pengungsi Gaza Saat Israel Meningkatkan Serangannya

Kekerasan terus berlanjut pada tingkat yang mengkhawatirkan di Tepi Barat sementara pemerintah Israel terus melanjutkan pembangunan permukiman.

"Perkembangan di wilayah Palestina yang diduduki menunjukkan kita berada pada risiko langsung kehilangan kerangka kerja solusi dua negara untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina," ujarnya.

Jika kekuatan yang berusaha merusak solusi dua negara berhasil, runtuhnya prinsip-prinsip dan struktur kelembagaan yang relevan akan menimbulkan efek berantai yang dapat menyebar jauh melampaui Timur Tengah.

"Kita memerlukan gencatan senjata; kita perlu mengeluarkan para sandera, kita memerlukan dukungan penyelamatan nyawa yang harus dikirimkan dengan aman sekarang, dan kita perlu memastikan keselamatan dan keamanan jangka panjang bagi warga Palestina dan Israel," tegasnya.

Anggota DK PBB terus serukan gencatan senjata di Gaza setelah veto AS

Sementara itu Al Jazeera melaporkan pertemuan DK PBB tentang situasi di Gaza.

Pertemuan itu terjadi kurang dari seminggu setelah AS memveto resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera yang didukung oleh 14 anggota dewan lainnya.

Dalam pertemuan itu China mengatakan ratusan warga sipil lainnya telah kehilangan nyawa di Gaza sejak AS memveto resolusi tersebut, menyoroti serangan terhadap Beit Lahiya dan Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.

Korea Selatan mengatakan resolusi minggu lalu menunjukkan “suara kolektif masyarakat internasional yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan pembebasan sandera”.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved