Berita Malaysia
Eks Wamen Penang Gagal Terima Anugerah Wali Nanggroe, Dicekal Imigrasi Malaysia karena Kasus Korupsi
Pencekalan terhadap mantan pejabat Malaysia itu dilakukan atas perintah Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) atau Komisi Anti-korupsi Malaysia.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
Eks Wamen Penang Gagal Terima Anugerah Wali Nanggroe, Dicekal Imigrasi Malaysia karena Kasus Korupsi
SERAMBINEWS.COM, PENANG – Mantan Wakil Menteri Penang, Ramasamy Palinasamy dicekal ke luar negeri oleh Imigrasi Malaysia pada Rabu (4/12/2024).
Pencekalan itu dilakukan ketika Ramasamy hendak terbang ke Banda Aceh dari Bandara Internasional Penang.
Kunjungan Ramasamy ke Banda Aceh dijadwalkan akan menerima Anugerah Wali Nanggroe Aceh, atas perannya dalam memediasi perdamaian antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Pencekalan terhadap mantan pejabat Malaysia itu dilakukan atas perintah Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) atau Komisi Anti-korupsi Malaysia.
"Saya ingin pergi ke Aceh untuk menerima Anugerah Keamanan (dari Wali Nanggore) di Banda Aceh, tetapi saya dicekal meninggalkan negara ini oleh imigrasi," katanya kepada wartawan di luar kantor pusat MACC Penang sekitar pukul 14.25 waktu setempat, MalayMail melaporkan.
Baca juga: Wali Nanggroe Beri Gelar Kehormatan Meukuta Alam ke Pemerintah Rusia dan Tatarstan
Ia mengaku diberitahu oleh petugas Imigrasi bahwa mereka telah menerima instruksi dari MACC untuk mencekal keberangkatannya.
MACC mengonfirmasi bahwa ada penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap kasus Lembaga Wakaf Hindu Penang (PHEB).
"Anehnya, tidak ada penyelidikan terhadap saya, saya tidak dipanggil untuk diinterogasi oleh MACC, saya tidak didakwa, dan tidak ada perintah pengadilan untuk memasukkan saya ke dalam daftar larangan terbang," kata Ramasamy.
Mantan Anggota Parlemen Malaysia itu mempertanyakan kewenangan MACC dalam mencegahnya meninggalkan negara itu tanpa perintah pengadilan.
Menurutnya, dirinya tidak menyembunyikan apa pun dan bersedia bekerja sama.
"Saya memutuskan untuk datang kepada mereka (MACC) secara sukarela dan membiarkan mereka menyelidikinya," imbuhnya.
Ramasamy menegaskan bahwa ia tidak memiliki catatan kriminal atau tuduhan yang dapat mencegahnya bepergian ke luar negeri.
“Saya tidak akan terlibat dalam kegiatan teroris apa pun. Saya akan ke Aceh untuk menerima penghargaan perdamaian dari pemerintah Aceh.”
Ia menggambarkan larangan bepergian tersebut sebagai penghinaan terhadap pemerintah Aceh, yang telah mengundangnya untuk menerima penghargaan tersebut.
| Malaysia Kekurangan 100 Ribu Tenaga Kerja Asing, Proyek Konstruksi Terancam Terhenti |
|
|---|
| Ini Dugaan Kasus Korupsi Ramasamy, Sosok yang Gagal Terima Anugerah Wali Nanggroe Aceh |
|
|---|
| Aceh Pernah Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, Roadshow Bacaan Yasin 7 Mubin di Malaysia Resmi Diluncurkan |
|
|---|
| Cerita Ketua SUBA Tangani Gadis Aceh Korban Agen Ilegal di Malaysia, Agen Suruh Majikan Buang Mayat |
|
|---|
| Niat Jumpa Ulama Yaman di Malaysia, 3 Da’i Cilik Aceh Ditahan di KLIA, Datuk Mansyur Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mantan-Wakil-Menteri-Penang-Ramasamy-Palinasamy-dicekal-ke-luar-negeri.jpg)