Senin, 27 April 2026

Berita Banda Aceh

Bangsa Moro Filipina Ingin Tiru Aceh Kembangkan Wisata Religi

Almuniza menyebutkan, Aceh pernah mengalami konflik berkepanjangan namun pertikaian itu berakhir

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal SSTP MSi 

Almuniza menyebutkan, Aceh pernah mengalami konflik berkepanjangan namun pertikaian itu berakhir

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Delegasi Bangsa Moro, Filipina menyambangi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh untuk mempelajari pengembangan pariwisata religi serta potensi yang dimiliki Aceh.

Pertemuan delegasi Bangsa Moro dengan pendampingan Kedubes Filipina untuk Indonesia ini berlangsung di Ruang Rapat Disbudpar Aceh, Kamis (5/12/2024).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak saling memperkenalkan lebih jauh daerah masing-masing serta potensi pariwisata yang dimiliki.

Kadisbudpar Almuniza Kamal menyebutkan kunjungan wisatawan ke Aceh meningkat karena banyaknya even yang digelar.

Almuniza menyebutkan, Aceh pernah mengalami konflik berkepanjangan namun pertikaian itu berakhir setelah dilakukan perjanjian damai yang diteken di Helsinki pads 15 Agustus 2005 silam.

Pasca konflik, Aceh dipimpin gubernur dari calon independen maupun diusung partai politik lokal.

Pasca perdamaian, Aceh memiliki sejumlah kekhususan salah satunya diatur dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh atau kerap disebut qanun (peraturan daerah).

Selain diperbolehkan membentuk partai politik lokal yang tidak terdapat di daerah lain di Indonesia, Aceh juga diizinkan menerapkan aturan syariat Islam.

"Berbicara tentang pariwisata dan kebudayaan salah satu yang menjadikan Aceh tertarik di mata wisatawan pertama adalah sejarah, budaya dan alamnya," kata Almuniza.

Menurutnya, jumlah wisatawan Nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke Aceh tahun ini sudah mencapai 9 juta orang karena banyaknya even nasional yang digelar.

Kunjungan turis berdampak pada masyarakat terutama yang berada di lokasi wisata.

Almuniza menyebutkan, turis Eropa yang melancong pasti akan mengikuti budaya Aceh.

Selain itu, turis asing di Aceh kebanyakan dari Malaysia yang berziarah ke makam-makam ulama.

"Di Aceh ada adat namanya pemulia jame adat geutanyoe (memuliakan tamu adat kita).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved