Aceh Timur
Kisah Pilu Guru Ngaji di Aceh Timur, Gubuk Bocor Bertahun-tahun, Tak Dapat Rumah Bantuan
Hampir seluruh bagian rumah Yusuf bocor. Saat hujan turun, air mengalir dari celah-celah atap, membasahi lantai dan memaksa...
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), sudah mengumumkan 1.000 calon penerima rumah layak huni, untum tahun 2025. Sayangnya salah satu masyarakat Aceh Timur yang rumahnya sangat memprihatinkan reyot dan bocor tidak mendapat bantuan itu.
Ia merupakan warga di sudut Dusun Nabok 7, Desa Alue Bu Jalan, Kecamatan Peureulak Barat, M Yusuf (42).
M Yusuf seorang guru ngaji yang telah bertahun-tahun menjadi pilar pendidikan agama bagi masyarakat sekitar. Namun, ironisnya, di balik peran pentingnya, Yusuf bersama istri, Mursydah (35), dan tiga anaknya hidup dalam kondisi yang memprihatinkan mereka tinggal di rumah tubuh yang reyot dan bocor
Hampir seluruh bagian rumah Yusuf bocor. Saat hujan turun, air mengalir dari celah-celah atap, membasahi lantai dan memaksa keluarganya untuk mengungsi ke rumah tetangga. Memasuki musim hujan Desember 2024, cobaan ini semakin berat.
"Hujan deras membuat kami tidak bisa tinggal di rumah sendiri. Anak-anak sulit belajar, bahkan tidur pun tak nyaman," tutur Yusuf dengan nada sedih.
Seperti pengabdian tanpa apresiasi, Yusuf dikenal sebagai guru ngaji yang tak kenal lelah membimbing anak-anak dan remaja di desa. Sosoknya dihormati dan dicintai, terutama oleh para muridnya. Raja, salah satu murid Yusuf, mengungkapkan rasa prihatinnya. "Guru seperti Pak Yusuf seharusnya mendapatkan perhatian lebih. Beliau mengajarkan agama tanpa pamrih, tapi lihatlah bagaimana kondisi hidupnya," ujar Raja.
Raja juga mempertanyakan keadilan distribusi bantuan pemerintah. "Kenapa daerah lain bisa mendapatkan rumah layak huni, tapi guru ngaji seperti beliau justru terabaikan?" keluhnya.
Masalah ini pun menjadi sorotan di tingkat desa. Kepala Desa Alue Bu Jalan, Mustafa, mengakui bahwa kondisi rumah Yusuf memang memprihatinkan. "Rumah Pak Yusuf sudah hampir tidak layak huni, terutama saat musim hujan. Kami akan coba mencari solusi," katanya.
Warga desa berharap pemerintah segera turun tangan, memberikan bantuan rumah layak huni untuk Yusuf. "Guru ngaji adalah tiang pendidikan agama di desa kami. Mereka bukan hanya mendidik, tetapi juga membangun moral generasi muda. Sudah sepatutnya mereka hidup lebih layak," pungkas Raja.
Cerita M Yusuf adalah potret kecil dari realitas yang sering terlupakan, perjuangan para guru ngaji yang mengabdikan diri tanpa berharap lebih, namun kerap terabaikan dalam urusan kebutuhan dasar. Kini, harapan besar dipertaruhkan—agar sang guru, bersama keluarganya, bisa menikmati rumah yang kokoh, hangat, dan bebas dari tetesan hujan.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.