KUPI BEUNGOH
Harta Halal Vs Haram: Ketenangan Jiwa dan Keluarga Shalih
Hadis ini menegaskan bahwa harta haram membawa dampak buruk bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.
Bahaya Mendapatkan Harta dengan Menzalimi Orang, Mendapatkan harta dengan menzalimi orang lain adalah perbuatan yang sangat dikecam dalam Islam. Allah SWT berfirman: "Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim" (QS. Hud: 18). Selanjutnya Rasulullah SAW juga bersabda: "Bertakwalah kalian semua kepada Allah, dan takutlah kalian dari perbuatan zalim, karena sesungguhnya kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat" (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahaya Mendapatkan Harta dengan Cara Korupsi (Risywah), Korupsi atau risywah adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Allah SWT berfirman: "Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui" (QS. Al-Baqarah: 188). Korupsi tidak hanya merusak tatanan sosial dan ekonomi, tetapi juga membawa kehancuran bagi pelakunya di dunia dan akhirat.
Panjangnya Hisab bagi yang Memiliki Harta, Rasulullah SAW bersabda: "Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun" (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa semakin banyak harta yang dimiliki, semakin lama durasi hisab di akhirat kelak. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa harta yang dimiliki diperoleh dengan cara yang halal dan digunakan untuk kebaikan.
Kemudahan Hisab bagi Orang yang Memfokuskan Hartanya untuk Bersedekah, Orang yang memfokuskan hartanya untuk bersedekah akan mendapatkan kemudahan dalam hisab di akhirat. Rasulullah SAW bersabda: "Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya hingga diputuskan (perkara) di antara manusia" (HR. Ahmad). Sedekah tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga menjadi sebab keselamatan dari panasnya hari kiamat dan mendapatkan naungan dari Allah SWT.
Memiliki banyak harta dalam Islam adalah keutamaan jika diperoleh dengan cara yang halal dan digunakan untuk kebaikan. Namun, sangat penting untuk memastikan bahwa harta tersebut bebas dari unsur haram seperti menzalimi, gharar, judi, dan riba.
Dengan demikian, harta yang diperoleh akan membawa keberkahan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk berusaha dan bekerja keras dalam mencari rezeki yang halal, serta menggunakannya sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
*) PENULIS adalah Dosen Pada Magister Keuangan Islam Terapan PNL dan Pembina Yayasan Generasi Cahaya Peradaban.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
| Demokrasi yang Diringkas: Pilkada dalam Cengkeraman Elite |
|
|---|
| Refleksi HAB Ke-80 Kemenag Pasca Bencana Aceh-Sumatra: Sinergi Umat Dan Kemajuan Bangsa |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi dan Kajian Dampak Defisit Komunikasi Lingkungan |
|
|---|
| Bencana Banjir Aceh, Urgensi Pelukan Hangat Lintas Sektoral |
|
|---|
| Pulihkan Hulu Hutan Aceh Mulai dari Kesepakatan Moral ke Kerja Kolektif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dosen-Pada-Magister-Keuangan-Islam-Terapan-PNL.jpg)