Berita Kutaraja

Pj Gubernur Safrizal ZA Sebut Manajemen Bencana Aceh Jadi Inspirasi Bagi Dunia Internasioal

"Model manajemen bencana Aceh telah terbukti efektif dan bisa menjadi inspirasi bagi dunia internasional," katanya. 

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA (tengah) bersama Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh (kiri), dan Rektor Universitas Teuku Umar Meulaboh (kanan). Ketiganya menjadi pembicara dalam diskusi Aceh International Forum (AIF) 2024, di Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (21/12/2024). 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA menyatakan bahwa model manajemen bencana yang diterapkan di Aceh hingga saat ini telah terbukti efektif dan menjadi inspirasi bagi dunia internasional.

Hal tersebut disampaikan Safrizal ZA di sela-sela kegiatan Aceh International Forum (AIF) 2024 yang berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (21/12/2024).

"Model manajemen bencana Aceh telah terbukti efektif dan bisa menjadi inspirasi bagi dunia internasional," katanya. 

Safrizal menyampaikan, peringatan 20 tahun gempa dan tsunami Aceh menjadi momen penting untuk merefleksikan pelajaran berharga dari salah satu bencana terbesar dalam sejarah dunia.

"Peringatan ini bukan hanya tentang mengenang tragedi yang merenggut lebih dari 200 ribu nyawa, tetapi juga untuk memastikan kesiapsiagaan dan kolaborasi dalam menghadapi bencana di masa depan," ujarnya.

Ia menyebut, AIF 2024 yang menjadi bagian dari rangkaian acara peringatan 20 tahun gempa dan tsunami Aceh membahas dua topik utama, yakni pelajaran dari tsunami dan refleksi proses penanganan selama dua dekade terakhir.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa pengalaman Aceh dalam penanganan bencana dapat menjadi basic example atau contoh dasar bagi negara lain dalam menghadapi situasi serupa.

Sebab itu, Safrizal berharap, kerja sama antara berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh serta pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan untuk mencapai manfaat bersama di tingkat global.

"Forum ini akan menghasilkan rekomendasi penting yang bermanfaat tidak hanya untuk Aceh, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana AIF 2024, Saifuddin A Rasyid mengatakan, forum tersebut dirancang sebagai wadah refleksi pembangunan Aceh sejak dua dekade terakhir, diskusi tentang masa depan Aceh, serta promosi Aceh yang maju dan ramah pengunjung.

"Pelaksanaan AIF 2024 mengusung tiga tema utama, yakni Agama, Kebersamaan, dan Kemanusiaan. Ketiga aspek ini harus berjalan seiring dan saling menguatkan demi kemajuan yang berkelanjutan," jelasnya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, dan Pemerintah Aceh.

Sebagai informasi, Aceh International Forum (AIF) 2024 akan berlangsung pada 23-25 Desember 2024. 

Forum ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh dunia dan nasional, termasuk duta besar, pejabat negara sahabat, serta menteri dan wakil menteri dari Kabinet Indonesia Maju.

Rangkaian acara meliputi seminar internasional, round table meeting, pameran internasional, sunatan massal, dan peluncuran buku.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved