Jumat, 24 April 2026

Opini

Merajut Moderasi Beragama: Aceh dan Persia dalam Keharmonisan Budaya dan Komunikasi

Pembahasan tentang pengaruh budaya Persia di Aceh menghadirkan berbagai tantangan yang signifikan sekaligus menyimpan harapan besar untuk pemahaman ya

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Darwis Syarifuddin, Mahasiswa Pasca Sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh,Peminat Komunikasi Antar Budaya. 

Komunikasi budaya antara Persia dan Aceh telah menghasilkan model moderasi beragama yang berlangsung secara simultan hingga masa kini. Proses Islamisasi yang dipengaruhi oleh budaya Persia telah membentuk sikap inklusif masyarakat Aceh dalam menerima budaya asing melalui komunikasi budaya.

Tantangan dan Harapan

Pembahasan tentang pengaruh budaya Persia di Aceh menghadirkan berbagai tantangan yang signifikan sekaligus menyimpan harapan besar untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah budaya kawasan ini. Salah satu tantangan utama adalah minimnya sumber tertulis yang secara langsung berkaitan dengan pengaruh Persia di Aceh. Sebagian besar bukti yang tersedia berasal dari tradisi lisan, manuskrip, seni, dan arsitektur. Namun, akses terhadap dokumen sejarah yang autentik sering kali terbatas, sehingga mempersulit penelitian yang menyeluruh. Hamka dalam Sejarah Umat Islam mengungkapkan bahwa pengaruh Persia sering kali tersembunyi di balik narasi yang lebih dominan tentang Arab dan Melayu dalam sejarah Nusantara.

Selain itu, tantangan lain terletak pada verifikasi data arkeologis. Banyak peninggalan material yang diklaim memiliki unsur Persia belum diteliti atau didokumentasikan secara komprehensif. Sebagai contoh pengaruh Persia sering kali tergabung dengan unsur-unsur budaya lain, membuatnya sulit untuk diidentifikasi secara spesifik. Selain itu, masyarakat Aceh sendiri kurang menyadari adanya pengaruh Persia dalam budaya mereka, karena pengaruh Arab dan Melayu lebih dominan dalam narasi lokal. Hasan Muarif Ambary menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap keragaman sumber budaya yang membentuk identitas Aceh.

*) Penulis Mahasiswa Pasca Sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh,Peminat Komunikasi Antar Budaya

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved