Berita Nagan Raya
Banjir Bandang Terjang Beutong Ateuh
Untuk puing bekas banjir dan longsor sebagian sudah dibersihkan dan sebagian masih belum. Rustam Effendi, Camat Beutong Ateuh
Untuk puing bekas banjir dan longsor sebagian sudah dibersihkan dan sebagian masih belum. Rustam Effendi, Camat Beutong Ateuh
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Banjir bandang kembali menerjang Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya pada Selasa (24/12/2024) sore lalu. Banjir yang disertai longsor hingga Kamis (26/12/2024) sempat melumpuhkan transportasi jalan nasional Nagan Raya ke Takengon Aceh Tengah selama 16 jam.
Banjir yang melanda dataran tinggi di Beutong Ateuh sangat parah juga menyebakan jembatan desa di Blang Puuk putus sehingga transportasi antardesa terganggu.
Guna membersihkan longsor yang menutupi jalan nasional, tim BPBD dibantu TNI, Polri dan masyarakat dikerahkan ke lokasi.
Transportasi yang lumpuh sajak Selasa pukul 17.30WIB baru normal pada Rabu pukul 09.30 WIB kembali normal. Camat Beutong Ateuh, Rustam Effendi dikonfirmasi Serambi, kemarin mengatakan, banjir yang melanda wilayahnya sudah berulang kali.
"Banjir kali ini juga tergolong parah. Ini banjir bandang," katanya.
Rustam mengakui, meski tidak ada korban jiwa, warga Beutong Ateuh dari empat desa sempat panik karena air yang turun dari gunung cukup parah sehingga warga mencari tempat yang aman.
Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi melalui Tim Pusdalops Agus Salim mengatakan, transportasi darat melintasi jalan Nagan Raya -Tekengon sudah kembali lancar.
Sementara itu, Pemkab Nagan Raya, Kamis (26/12/2024) menyalurkan bantuan masa panik kepada korban banjir dan longsor di Beutong Ateuh. Bantuan diantarkan oleh tim Dinas Sosial bersama BPBD dan dihadiri sejumlah anggota DPRK Nagan Raya
Camat Beutong Ateuh, Rustam Effendi mengatakan, dengan bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat. "Untuk puing bekas banjir dan longsor sebagian sudah dibersihkan dan sebagian masih belum," jelasnya.
Dikatakan, warga berharap jembatan putus akibat banjir dan longsor di Blang Puuk bisa segera diatasi sehingga tranportasi antardesa bisa kembali lancar.(riz)
Penebangan pohon
Camat Beutong Ateuh, Rustam Efendi mengatakan, Beutong Ateuh jarang terjadi peristiwa banjir bandang dan kini kerap terjadi sehingga warga menjadi resah.
Camat menduga banjir bandang karena penebangan kayu yang terjadi di lahan Pemkab yang akan diserahkan ke kombatan GAM.
Selain itu, saat ini di Beutong Ateuh sudah tersedia kilang kayu sehingga penebangan ini perlu ada evaluasi sehingga banjir yang terjadi tidak terus terulang. "Ini perlu evaluasi. Kita akan laporkan ke pimpinan," jelasnya.(riz)
| Sempat DPO, Satreskrim Polres Nagan Tangkap Suami yang KDRT Istri dan Anak |
|
|---|
| Samsat Nagan Data Alat Berat, Mulai 2026 Dikenakan Pajak |
|
|---|
| Nagan Raya Kenakan Pajak Alat Berat, Samsat Surati Perusahaan Tambang dan Perkebunan |
|
|---|
| Banyak Kendaraan Tambang dan Kebun Pakai Plat Luar, Samsat Nagan Raya Ajak Mutasi ke BL |
|
|---|
| Samsat Nagan Ajak Pemilik Kendaraan Pelat Non Aceh Mutasi ke BL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Banjir-Bandang-Terjang-Beutong-Ateuh.jpg)