Selasa, 14 April 2026

Perang Gaza

Tentara Israel Siksa Pasien Terluka, dan Lansia di RS Kamal Adwan, Dibiarkan Kedinginan Berjam-jam 

Staf medis mengatakan pengeboman langsung menghantam bagian arsip, sterilisasi, dan pemeliharaan, yang memicu kebakaran yang dengan cepat menyebar ke

Editor: Ansari Hasyim

SERAMBINEWS.COM - Ratusan warga sipil Palestina yang bertahan di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara mendapat penyiksaan berat dari tentara teroris Israel dan dibiarkan berjam-jam kedinginan di alam terbuka.

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa sekitar 400 orang termasuk staf medis, pasien dan pengungsi dibebaskan setelah ditahan oleh militer Israel selama penyerbuan Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.

Beberapa orang tiba di daerah Jabalia al-Nozla di Gaza utara dengan berjalan kaki. 

Mereka mengatakan bahwa mereka dipukuli dengan popor senapan dan dibiarkan kedinginan selama berjam-jam, termasuk mereka yang terluka dan orang lanjut usia.

Baca juga: Tentara Teroris Israel Culik Direktur Pertahanan Sipil Gaza Utara, 22 Staf Hilang, Puluhan Dibunuh 

Staf medis mengatakan pengeboman langsung menghantam bagian arsip, sterilisasi, dan pemeliharaan, yang memicu kebakaran yang dengan cepat menyebar ke bangsal pasien, ruang operasi, dan laboratorium.

Staf medis Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara diusir paksa keluar meninggalkan rumah sakit itu di bawah todongan moncong tank zionis Israel.
Staf medis Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara diusir paksa keluar meninggalkan rumah sakit itu di bawah todongan moncong tank zionis Israel. (SERAMBINEWS.COM/X)

Beberapa orang mencoba memadamkan api menggunakan air dari mesin dialisis, yang dicampur dengan klorin, dan mengalami luka bakar di tangan dan wajah.

Nasib direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Hussam Abu Safiya, masih belum diketahui.

Kini Pupus Sudah, Rumah Sakit Terakhir di Gaza telah 'Mati', Diserang dan Dibakar Zionis Israel, Nasib Pasien tak Diketahui

Hari ini adalah pagi yang tragis setelah penyerbuan Rumah Sakit Kamal Adwan.

Rumah sakit ini adalah satu-satunya fasilitas medis yang tersisa dan hampir tidak berfungsi di wilayah utara Jalur Gaza – bahkan Rumah Sakit al-Awda saat ini hampir tidak berfungsi.

Setelah mengepung fasilitas medis tersebut, pasukan Israel mengosongkan lokasinya dengan paksa, dan membakar beberapa bagian bangunan.
Setelah mengepung fasilitas medis tersebut, pasukan Israel mengosongkan lokasinya dengan paksa, dan membakar beberapa bagian bangunan. (SERAMBINEWS/medsos)

Menurut laporan jurnalis Al Jazeera di Gaza utara militer Israel juga menahan puluhan staf medis dari Rumah Sakit Kamal Adwan, termasuk direktur rumah sakit, Dr Hussam Abu Safia, yang telah dibawa untuk diinterogasi oleh militer Israel ke lokasi yang tak diketahui.

"Kami belum mengetahui nasib Dr. Abu Safia. Kami belum mendengar komentar apa pun dari militer Israel sejauh ini," sebut Al Jazeera mengutip laporan jurnalisnya di lapangan.

Militer Israel mengklaim bahwa mereka telah mengamankan evakuasi yang aman bagi pasien dan orang-orang yang terluka, dan mengklaim bahwa rumah sakit tersebut telah digunakan oleh Hamas sebagai benteng pertahanan – klaim yang telah dibantah oleh gerakan Hamas.

Apa yang dapat dipahami dengan jelas, terkait apa yang terjadi di rumah sakit, adalah bahwa militer Israel telah membakar sebagian besar bangunan di sana.

Para saksi mata membenarkan bahwa rumah sakit tersebut terlihat terbakar. Asap mengepul dari gedung-gedung.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved