Perang Gaza
Tentara Israel Siksa Pasien Terluka, dan Lansia di RS Kamal Adwan, Dibiarkan Kedinginan Berjam-jam
Staf medis mengatakan pengeboman langsung menghantam bagian arsip, sterilisasi, dan pemeliharaan, yang memicu kebakaran yang dengan cepat menyebar ke
SERAMBINEWS.COM - Ratusan warga sipil Palestina yang bertahan di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara mendapat penyiksaan berat dari tentara teroris Israel dan dibiarkan berjam-jam kedinginan di alam terbuka.
Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa sekitar 400 orang termasuk staf medis, pasien dan pengungsi dibebaskan setelah ditahan oleh militer Israel selama penyerbuan Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
Beberapa orang tiba di daerah Jabalia al-Nozla di Gaza utara dengan berjalan kaki.
Mereka mengatakan bahwa mereka dipukuli dengan popor senapan dan dibiarkan kedinginan selama berjam-jam, termasuk mereka yang terluka dan orang lanjut usia.
Baca juga: Tentara Teroris Israel Culik Direktur Pertahanan Sipil Gaza Utara, 22 Staf Hilang, Puluhan Dibunuh
Staf medis mengatakan pengeboman langsung menghantam bagian arsip, sterilisasi, dan pemeliharaan, yang memicu kebakaran yang dengan cepat menyebar ke bangsal pasien, ruang operasi, dan laboratorium.
Beberapa orang mencoba memadamkan api menggunakan air dari mesin dialisis, yang dicampur dengan klorin, dan mengalami luka bakar di tangan dan wajah.
Nasib direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Hussam Abu Safiya, masih belum diketahui.
Kini Pupus Sudah, Rumah Sakit Terakhir di Gaza telah 'Mati', Diserang dan Dibakar Zionis Israel, Nasib Pasien tak Diketahui
Hari ini adalah pagi yang tragis setelah penyerbuan Rumah Sakit Kamal Adwan.
Rumah sakit ini adalah satu-satunya fasilitas medis yang tersisa dan hampir tidak berfungsi di wilayah utara Jalur Gaza – bahkan Rumah Sakit al-Awda saat ini hampir tidak berfungsi.
Menurut laporan jurnalis Al Jazeera di Gaza utara militer Israel juga menahan puluhan staf medis dari Rumah Sakit Kamal Adwan, termasuk direktur rumah sakit, Dr Hussam Abu Safia, yang telah dibawa untuk diinterogasi oleh militer Israel ke lokasi yang tak diketahui.
"Kami belum mengetahui nasib Dr. Abu Safia. Kami belum mendengar komentar apa pun dari militer Israel sejauh ini," sebut Al Jazeera mengutip laporan jurnalisnya di lapangan.
Militer Israel mengklaim bahwa mereka telah mengamankan evakuasi yang aman bagi pasien dan orang-orang yang terluka, dan mengklaim bahwa rumah sakit tersebut telah digunakan oleh Hamas sebagai benteng pertahanan – klaim yang telah dibantah oleh gerakan Hamas.
Apa yang dapat dipahami dengan jelas, terkait apa yang terjadi di rumah sakit, adalah bahwa militer Israel telah membakar sebagian besar bangunan di sana.
Para saksi mata membenarkan bahwa rumah sakit tersebut terlihat terbakar. Asap mengepul dari gedung-gedung.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|