Rabu, 6 Mei 2026

Perang Gaza

Tentara Israel Siksa Pasien Terluka, dan Lansia di RS Kamal Adwan, Dibiarkan Kedinginan Berjam-jam 

Staf medis mengatakan pengeboman langsung menghantam bagian arsip, sterilisasi, dan pemeliharaan, yang memicu kebakaran yang dengan cepat menyebar ke

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim

Bahkan area di sekitar rumah sakit telah hancur parah sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung di sana.

Israel juga menggunakan kendaraan lapis baja yang dikendalikan dari jarak jauh untuk mengirimkan bahan peledak dalam serangan ke Gaza.

Para saksi di dalam Rumah Sakit Kamal Adwan melaporkan minggu ini bahwa Israel menggunakan “robot” untuk menyerang fasilitas medis yang mengakibatkan ledakan besar yang menimbulkan korban di kalangan pasien dan staf medis.

Organisasi media Israel Ynet kini melaporkan bahwa kendaraan lapis baja yang dikendalikan dari jarak jauh (APC) yang diisi dengan bahan peledak adalah taktik baru yang dikembangkan oleh militer Israel untuk membersihkan area di Gaza yang mereka yakini telah dipasangi bom peledak.

Sebuah video yang dibagikan kepada Al Jazeera awal minggu ini menunjukkan momen ketika sebuah APC meletakkan sebuah kotak bertuliskan “bahaya” di luar rumah sakit, yang kemudian meledak dan melukai pasien dan staf akibat hujan pecahan peluru.

Ynet mengatakan taktik baru itu melibatkan pengepakan APC M-113 Israel lama dengan bahan peledak, yang kemudian dikendalikan dari jarak jauh ke suatu lokasi. 

Bahan peledak itu kemudian diledakkan untuk membuka jalan bagi infanteri untuk maju.

Situs berita tersebut mengatakan warga Israel merasakan gelombang kejut dari ledakan yang “mengguncang bumi” itu hingga ke Tel Aviv.

Tentara Teroris Israel Culik Direktur Pertahanan Sipil Gaza Utara, 22 Staf Hilang, Puluhan Dibunuh 

Pertahanan Sipil Palestina mengatakan direkturnya di utara wilayah yang dilanda perang, Ahmed Hassan al-Kahlout, telah ditangkap oleh militer Israel.

Organisasi tersebut, yang bertanggung jawab dalam menanggapi keadaan darurat sipil di Gaza, tidak memberikan perincian tentang penangkapan al-Kahlout, yang terjadi sehari setelah pasukan Israel menyerbu Rumah Sakit Kamal Adwan, memerintahkan staf dan pasien untuk pergi, serta membakar beberapa bagian fasilitas tersebut.

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari "pendekatan destruktif Israel terhadap sistem kerja kemanusiaan dan bantuan di wilayah utara", kata pertahanan sipil, seraya menambahkan bahwa 22 anggota staf telah ditangkap oleh pasukan Israel dan keberadaan mereka masih belum diketahui. Puluhan staf juga telah terbunuh.

Iran sebut pembakaran Rumah Sakit Kamal Adwan oleh militer Israel sebagai 'kejahatan perang'

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk agresi biadab militer Israel terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, dan menggambarkan serangan terhadap fasilitas tersebut sebagai contoh terbaru dari kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan norma-normanya.

Pembakaran fasilitas perawatan kesehatan utama terakhir yang beroperasi di wilayah utara daerah kantong yang terkepung itu dilakukan dengan tujuan penghancuran total sistem perawatan kesehatan di Gaza, kata juru bicara kementerian Esmaeil Baghaei dalam sebuah pernyataan seperti dilansir outlet jaringan berita Al Jazeera, Sabtu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved