Kamis, 16 April 2026

Narkoba

BNNK Pidie Buru Bandar Besar, Ini Pengungkapan Kasus Sabu Tahun 2024

Bandar besar sabu menjadi target BNNK Pidie, guna memutuskan mata rantai peredaran barang haram itu, yang kini mulai

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
BNNK Pidie menggelar konferensi pers pengungkapan kasus sabu selama tahun 2024 di Pidie di Kantor BNNK setempat, Senin (30/12/2024). 

Laporan Muhammad Nazar l Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Pidie berjanji akan memburu bandar besar narkoba di kabupaten dengan julukan lumbung emping meulinjau tersebut. 

Bandar besar sabu menjadi target BNNK Pidie, guna memutuskan mata rantai peredaran barang haram itu, yang kini mulai disusupi pada makanan. 

"Bandar besar menjadi buruan utama BNNK Pidie. Sebab, kalau kurir sabu barang-bukti atau BB kecil ditangani polisi dan Polsek," kata Kepala BNNK Pidie, AKBP Fahrul Rozi, saat konferensi pers di Kantor BNNK Pidie, Senin (30/12/2024).Ia menjelaskan, bandar sabu menargetkan orang kaya sebagai pengedar hingga mengkonsumsi barang haram itu.

Salah satunya supaya harta orang kaya habis ketika ketergantungan dengan sabu.

Sedangkan bandar sabu mendekati orang miskin sebagai kurir sabu, agar kehidupan orang miskin rusak.

Untuk itu, pencegahan sabu harus dilakukan sejak dini melalui edukasi terhadap murid SD.

"Kita berharap kedepan adanya kurikulum di SD untuk mengajar pencegahan narkoba. Sebab, serangan narkoba mulai dilancarkan melalui makanan sebagai camilan atau snack bagi anak-anak di sekolah," jelasnya. 

Kata Fahrul Rozi, akhir tahun 2024 BNNK Pidie berhasil meningkatkan pencegahan dengan penyuluhan sosialisasi P4GN ke 160 gampong, dengan melibatkan sekitar 16.000 orang.

Dikatakan, sejak tahun 2024 BNNK Pidie telah memberdayakan masyarakat melalui tes urine di instansi pemerintahan berjumlah 287 orang.

Selain itu, berhasil mendeteksi dini terhadap 2.354 orang dengan melibatkan seluruh stakeholder 

"Saat ini, telah terbentuk delapan gampong bersinar atau bersih dari narkoba. Juga membentuk ketahanan keluarga anti narkoba sepuluh keluarga dan sepuluh orang dari lima sekolah," sebutnya.

Tak hanya itu, BNNK Pidie berhasil memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan terhadap 25 klien. Juga melatih agen pemulihan sesuai kompetensi teknis rehabilitasi (IBM) di dua gampong di Pidie.

Kata Fahrul Rozi, melakukan pelayanan rehabilitasi berkelanjutan pasca rehab terhadap sepuluh klien.

Lalu, melakukan koordinasi dengan sepuluh puskesmas dan dinas kesehatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved